Pesona

Desain Dinamis versus Simplifikasi

Ahad, 27 November 2016 04:40 WIB Penulis: Hera Khaerani

MI/PANCA SYURKANI

Koleksi terbaru Lotuz mengambil inspirasi dari budaya Brasil yang penuh selebrasi sementara Jeffry Tan memilih bermain layer dalam kemasan simpel dan minimalis.

KEHANGATAN Kota Bahia di pesisir pantai Brasil mendatangkan inspirasi bagi Lotuz. Koleksi terbaru mereka yang dipamerkan di Jakarta Fashion Week 2017, pada 26 Oktober 2016, menampilkan suasana musim semi dan musim panas dari kota itu. Bertajuk 'Maria Dois', koleksi itu sarat dengan permainan warna-warna hangat hingga netral.

"Warna-warna rancangan saya diambil dari warna alam Kota Bahia, Brasil," ujar Creative Director Lotuz Kesya Moedjenan sebelum peragaan busana. Dia menambahkan, koleksi kali itu ditujukan untuk merepresetasikan kaum urban dan profesional muda. Baginya, budaya Brasil bersifat festive dan bold.

Beberapa desainnya yang cukup menarik perhatian, yakni ragam jumpsuit, termasuk di antaranya yang menggunakan bahan neoprene. Lotuz menggunakan bahan-bahan terinspirasi alam seperti katun, neoprene, linen, dan satin.

Salah satu jumpsuit-nya, yang dinamakan Antonia, memiliki aksen outer garis-garis monokromatik di bagian sisi luar celana. Hal itu membuat sepintas menyamarkan jumpsuit tersebut sebagai celana. Ketika dipakai berjalan, jumpsuit tersebut tampak dinamis, mengingatkan pada tarian yang melekat pada kebudayaan di Brasil.

Di sisi lain, ada banyak gaun berpotongan asimetrsi yang memperlihatkan lekukan tubuh di bagian paha, amat khas Afro-Brazilia. Brand high end untuk busana siap pakai tersebut juga memamerkan gaun berkerah sabrina dalam warna keemasan. Potongan gaunnya banyak yang melekat di tubuh, tapi dengan lapisan yang meliuk bergelombang, membuatnya tetap dinamis. Sementara untuk gaun koktail, makin menegaskan kemewahan lantaran pilihan warna marun.

Koleksi yang dipamerkan di JFW 2017 ini, akan tersedia tidak hanya di Indonesia, melainkan juga di Amerika Serikat, Arab Saudi, Singapura, dan China.

Makin simpel

Berbeda dengan Lotuz, Jeffry Tan yang memamerkan koleksinya kali itu, tampak lebih kalem. Meski ada permainan layer, desainnya tetap simpel dan minimalis.

Jeffry yang berkolaborasi dengan Systema dalam peragaan koleksi musim semi dan musim panas tersebut, tampaknya berusaha untuk bermain aman di warna-warna yang sesuai dengan merek pasta gigi tersebut. Wajar saja, pilihan warnanya jatuh pada biru, hitam, dan putih. Sedikit keluar dari rentang warna itu, ada sedikit desainnya berwarna merah.

Potongan asimetris, permainan layer, dan pemilihan warna yang tegas, menjadi andalannya malam itu. Menariknya untuk beberapa gaun, Jeffry memilih memadukannya dengan atasan berlengan panjang sehingga tidak mengekspos lengan maupuan lekukan di bagian dada. Desain Jeffry menunjukkan bahwa perpaduan warna berbeda dalam bentuk sedikit garis, bisa memberikan aksen minimalis namun memberikan perbedaan bermakna bagi busana. (M-3)

Komentar