Jendela Buku

Perang Antar-Epic di New York City

Ahad, 27 November 2016 00:30 WIB Penulis: (Zuq/M-2)

“AKU David Charleston. Aku membunuh orang-orang yang memiliki kekuatan super,” begitu deskripsi singkat tentang tokoh utama dalam cerita The Reckoners karya penulis Amerika Brandon Sanderson. Firefight ialah salah satu dari rangkaian novel serial The Recko­ners yang bergenre fantasi. Telah ada tiga judul, yakni Mitosis: A Reckoners Story (2013), Firefight (2015), dan Calamity (2016).

Dalam Firefigt, Sanderson melanjutkan cerita pada novel sebelumnya. Banyak yang mengatakan kepada David bahwa Reckoners tidak pernah membunuh seorang petinggi Epic. Namun ternyata, Steelheart yang tak terkalahkan dan abadi mati. Dia meninggal oleh tangan David. David telah berhasil menjatuhkan Steelheart, tapi ia belum bisa tenang.

Teror baru
Menghilangkan Steelheart seharusnya membuat hidup lebih sederhana. Sebaliknya, itu hanya membuat David menyadari bahwa ia memiliki pertanyaan besar. Tidak ada seorang pun di Newcago yang bisa memberi jawaban. Teror baru telah dimulai. Berembus kabar bahwa seorang Epic misterius penguasa Kota Babilar bernama Regalia memiliki rencana jahat.
David dan para anggota Recko­ners lainnya kembali mendapat tantangan untuk mencari kelemah­an para Epic dan melumpuhkan mereka, tanpa terkecuali. Namun, jauh dalam lubuk hatinya, David masih menyimpan pengampunan dan harapan kepada seorang Epic yakni Firefight.

David mendapati keraguan sebab Firefight adalah sebuah ilusi yang luar biasa palsu dan luar biasa cerdas. Mengapa Firefight bisa menempati posisi khusus di hati David? Pantaskah Firefight mendapat kesempatan hidup setelah apa yang dilakukannya? Terlebih, mampukah David membuktikan bahwa hatinya memihak pada orang yang tepat? Serial kedua Firefight memang hadir untuk mengungkap itu.

Buku Firefigt terjemahan berbahasa Indonesia diterbitkan Noura Books. Dalam 50 bagian buku, pembaca akan disuguhi cerita tentang manusia super. Persis seperti menonton film superhero besutan Marvel ataupun DC. Sebanyak 574 halaman akan menyajikan aksi beralur cepat yang mencekam. Kompleksitas cerita berpadu dengan aksi yang membangkitkan minat, membuat pembaca penasaran akan lanjutan kisahnya.

Di buku ketiga, Calamity, Sanderson bakal menyajikan David yang ternyata masih terikat dengan kejahatan mereka sejak malam bersejarah itu, ketika Steelheart membunuh ayahnya. Saat itu, Regalia yang merupakan sekutu terdekatnya berbalik menjadi musuh yang berbahaya. Lalu bagaimana David melalui kejahatan masa lalu itu? Serial ketiga Calamity yang berhak menjawabnya. (Zuq/M-2)

Komentar