Gaya Urban

Menanti Strike di Lepas Ibu Kota

Ahad, 20 November 2016 04:20 WIB Penulis: Fario Untung Tanu

MI/FARIO UNTUNG

SINAR matahari masih belum sepenuhnya muncul, tapi mesin perahu telah memecah ombak di hari Minggu itu. Pagi-pagi buta memang waktu yang sengaja dipilih beberapa pria anggota EA Fishing Club itu untuk memancing di perairan Kepulauan Seribu. "Memang sengaja berangkat sekitaran jam lima subuh supaya posisi ikan dan jumlahnya masih cukup banyak, karena pagi hari itu waktunya ikan sedang mencari makan sehingga posisinya berada di permukaan air laut," tutur Koordinator EA Fishing Club, Richard Muljono, di Jakarta, Minggu (13/10).

Lokasi laut yang dipilih untuk memancing memang tak menentu. Namun, konsentrasi utama untuk dijadikan titik utama ialah di kisaran perairan Pulau Panjang. Selama perjalanan, setiap orang tampak sibuk mempersiapkan peralatan memancing berikut umpannya. Tak hanya kerang, cumi juga dipersiapkan sebagai umpan. "Biasanya kami pakai dua itu untuk umpan, mudah-mudahan bisa cepat dapat ikan," sambung Richard.

Setelah sampai di tempat yang dituju, satu per satu pemancing mulai melemparkan alat pancing ereka ke tengah laut sembari menarik ulur reel. Namun, hampir 2 jam berlalu, tak satu pun pemancing yang mendapatkan hasil. Hanya beberapa ikan kerapu kecil yang didapat. Ikan itu pun segera dilepas kembali karena para pemancing sadar akan bahaya menangkap ikan kecil terhadap kelangsungan populasi hewan tersebut. Meski begitu, tak lama kemudian semangat kembali terpompa begitu Richard meneriakkan strike.

Sayang, ikan yang diperkirakan kakap yang berukuran cukup besar itu bisa melepaskan diri. Barulah sekitar jam makan siang, salah seorang pemancing lain mendapatkan ikan giant trevally atau yang lebih dikenal dengan nama ikan kuwe dengan berat sekitar 4 kilogram. Tentunya itu menjadi sebuah harapan di tengah sulitnya mendapatkan ikan siang hari itu. "Strike, strike. Dapat GT nih!" teriak Kiet Cin dengan gembira.

Melatih kesabaran
Berbicara memancing memang identik dengan hasil tangkapan dan ikan-ikan besar. Namun, bagi para pemancing pemula dan belum termasuk kelas profesional, tentunya aktivitas seperti itu merupakan sesuatu yang sangat melatih kesabaran diri. "Memancing itu harus sabar. Kalau enggak sabar mah, enggak akan suka ikut mancing. Apalagi kalau mancing kayak gini di tengah laut, sudah satu hari satu malam bisa enggak dapat ikan," tutur Kiet Cin.

Pria yang sudah berpengalaman memancing di berbagai laut di Indonesia seperti di perairan Ujung Kulon, Bangka, dan Riau itu mengaku kerap tidak mendapatkan ikan saat memancing. Apalagi memancing di kawasan Kepulauan Seribu yang pasokan ikannya sudah sedikit. "Kalau masih di kawasan Laut Jawa, apalagi masih di Kepulauan Seribu, sudah pasti susah dapat ikan, apalagi kalau cuma sehari memancingnya. Beda kalau di daerah timur Indonesia, itu ikannya masih banyak dan spotnya masih banyak," sambungnya.

Ia menuturkan biasanya para nelayan dan komunitas pehobi mancing di perairan Jawa sudah memiliki titik koordinat tempat berkumpulnya ikan. Titik koordinat itu biasanya dirahasiakan di antara mereka. "Biasa mereka akan simpan titik koordinat itu karena tentu takut didatangi pemancing lain. Titik koordinat ikan itu biasa dekat karang, jadi banyak ikannya," jelas Kiet Cin.

Pilihan
Pemancing lain bernama Aries Santoso mengatakan memancing tidaklah harus di tengah laut lepas. Apalagi jika kelompok pemancing tersebut masih belum profesional. Pasalnya, tidak jarang di perairan sekitar pulau terdapat banyak ikan selama memiliki terumbu karang yang memang merupakan tempat berkumpulnya makanan ikan.

Namun, banyak juga orang yang sudah memiliki pengalaman dan persiapan matang memilih untuk memancing di laut lepas karena tentunya pasokan ikan lebih banyak, dan juga banyak ikan berukuran besar atau kerap disebut ikan monster. "Kalau mau cari yang ikan giant atau monster, memang harus di tengah laut bahkan tengah samudra. Itu jelas pasokan ikan melimpah serta ukurannya yang besar-besar. Tapi ya itu, risikonya sangat besar dan tentu harus direncanakan dengan matang," pungkas Aries. (M-3)

Komentar