Seni

Kolintang dan Batik Guncang Sydney Opera House

Senin, 14 November 2016 17:43 WIB Penulis: Micom

Ist

PESONA dan kemasyhuran alat musik tradisional Indonesia kolintang serta peragaan busana dan kain batik Iwan Tirta, telah menghipnotis publik Australia yang hadir menyaksikan pementasan bertajuk 'Kolintang Goes to UNESCO' Gedung Opera Sydney, Rabu (9/11) pekan lalu.

Tak banyak pertunjukan musik dan pagelaran dari negara lain yang berkesempatan ditampilkan di Gedung Opera Sydney tersebut. Hanya yang memiliki kualitas tingkat dunia. Karena itu cara yang digelar Yayasan Purnomo Yusgiantoro dan PINKAN Indonesia untuk mempromosikan aset seni dan budaya Indonesia itu pun tidak disiapkan dengan main-main.

Sebagai contoh, batik yang ditampilkan pada peragaan busana ialah edisi terbatas batik kreasi Iwan Tirta yang sebagian besar merupakan koleksi pribadi Enny Sukamto and Listianawati Nugroho.

Lalu pertunjukan Konser Musik Kolintang yang dibawakan secara apik oleh para musisi PINKAN di bawah komando Rama Wowor, pun berani memainkan sebuah lagu gubahan Johan Sebastian Bach yang dikenal sulit dimainkan dengan menggunakan instrumen perkusi. Namun, di tangan mereka, gubahan Bach tersebut terdengar sangat apik.

Setelah itu, berturut-turut ditampilkan lagu-lagu daerah Nusantara. Lagu Si Patokaan, O Inani Keke, Sinagar Tulo, Ampar-ampar Pisang, Tanase, Sio Tantina, Jangkrik Genggong, Tanjung Perak, Yamko Rambe Yamko, dan Sajojo bergantian menggebrak penonton yang memadati Gedung Opera Sydney.

Musisi Jaya Suprana sebagai pengulas musik kolintang semakin menyemarakkan acara dengan komentar yang berbobot, mendalam tapi lucu.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia, Nadjib Riphat Kesoema mengatakan dua aset budaya Indonesia yang telah diakui Unesco itu perlu terus diperkenalkan kepada publik internasional, termasuk Australia.

"Dengan membawa musik Kolintang dan adibusana batik, masyarakat Australia diharapkan semakin memahami betapa kaya dan beragamnya khasanah budaya Nusantara," ujar Nadjib.

"Malam ini, masyarakat Indonesia di Australia sangat bangga dengan kehadiran musik kolintang dan batik. Saya berharap adibusana Batik Indonesia akan menjadi salah satu tren busana dunia," tambahnya.

Kemeriahan pagelaran budaya Indonesia itu dirasakan oleh Bonny Hewitt. "This is amazing music performance. I really love it. Indonesia is lucky to have the instrument," ujarnya.

Sementara itu, Jenny Morris yang ketika mendengarkan lagu dangdut Terajana langsung ikut menari di tribun atas, juga mengaku sangat terpesona dengan irama musik Kolintang. "Saking senangnya, saya ingin membeli instrumen kolintang," tambahnya.

Acara peragaan busana batik di Gedung Opera Sydney juga terbilang unik karena diiringi lagu-lagu daerah Nusantara, seperti Soleram, Suwe Ora Jamu, Waktu Hujan Sore-sore dan sebagainya.

Model terkenal Enny Sukamto bersama dengan sejumlah figur terkenal, seperti istri dan putri promotor Adrie Subono, secara anggun dan atraktif menampilkan koleksi sang maestro batik Indonesia tersebut.

Dalam peragaan busana Batik tersebut, tampil pula model dari Australia yang mengenakan sejumlah desain batik yang cocok untuk beragam kalangan di Australia. (RO/X-12)

Komentar