DESAIN

Sebelum Trump Datang

Ahad, 13 November 2016 04:00 WIB Penulis: Bintang Krisanti

ARCHITECTURAL DIGEST

DI ruang makan itu nuansa kontemporer muncul dari kertas dinding bermotif garis-garis vertikal berwarna toska dan biru muda. Pada salah satu dinding digantungkan hiasan berupa tiga buah panel setengah lingkaran dan disusun bertingkat. Warna hijau, kuning, serta abu-abu pada panel itu menambah kesan semarak tetapi tetap serasi dengan kertas dinding.
Belum cukup sampai di situ, di bawah panel ditempatkan meja kayu antik berbentuk setengah oval.

Di atas meja berwarna cokelat itu ditempatkan satu set teko antik berwarna emas yang diapit dengan dua lampu keramik yang juga berwarna toska yang dibuat Christopher Spitzmiller di sekitar 1800. Paduan barang-barang antik dengan interior kontemporer itu menyiratkan selera unik sekaligus berani sang penghuni. Nyatanya memang tidak salah karena ruang makan itu adalah bagian ruang pribadi di Gedung Putih yang didekor ulang oleh Michelle Obama.

Seperti ibu negara-ibu negara sebelumnya, Michelle memang memiliki wewenang untuk menata area privat di Gedung Putih sehingga nyaman untuk ditempati ia sekeluarga. Menjelang akhir masa pemerintahannya, ruang-ruang yang disulap chic sekaligus antik itu diperlihatkan ke publik melalui ulasan di majalah Architectural Digest edisi Desember 2016 yang terbit awal November ini.

Lewat ulasan itu pun satu era tampilan Gedung Putih didokumentasikan sebelum nantinya berganti dengan selera Melania Trump. Michelle tidak sendiri dalam mendekor ruangan-ruangan itu, tetapi menyewa jasa desainer interior Michael Smith.

Kolaborasi mereka dikebut selama dua bulan. "Berkat Michael Smith, kediaman pribadi di Gedung Putih ini tidak hanya mencerminkan selera kami tapi juga menonjolkan sejarah yang membanggakan dari gedung ini. Di atas semua itu, kediaman ini benar-benar terasa seperti rumah sendiri bagi kami sekeluarga," kata Michelle memuji desainer yang berkantor di Los Angeles itu.

Progresif dan bersejarah
Smith yang diperkenalkan kepada pasangan Obama melalui kenalan mereka pun memuji kliennya itu. Ia mengaku banyak mengambil inspirasi dari semangat progresif Michelle yang juga tecermin dari pidato-pidatonya di publik dan dari keterbukaan keluarga itu serta kegemaran mereka akan buku. "Kami pilih seniman-seniman dan para desainer yang belum pernah tampil di Gedung Putih," jelas Smith soal perwujudan karakter progresif itu.

Namun, untuk juga memahami konteks benda-benda seni yang sudah ada di sana, Smith membaca surat-surat dan catatan yang ditulis para ibu negara pendahulu maupun orang-orang yang berkontribusi pada sejarah gedung itu. Ini termasuk Abigail Adams, Jacqueline Kennedy, Suster Parish, Stephane Boudin, hingga Kaki Hockersmith. Bahkan proses riset itu membawa Smith berbicara dengan Nancy Reagan dan makan siang dengan saudara Jaqqueline Kennedy, Lee Radziwill.

Smith juga dibantu kurator Gedung Putih, William Allman. Paduan selera yang indah dan detail itu pun terihat pada Old Family Dining Room. Di ruang yang telah diperlihatkan ke publik pada 2015, yang sekaligus merupakan kali pertama dalam sejarah Gedung Putih itu, meja mahogani dari awal abad ke-19 dipadukan dengan karya seniman kini seperti karya Robert Rauschenberg.

Michelle juga menampilkan lukisan Alma Thomas. Ini merupakan kali pertama karya pelukis perempuan Afrika-Amerika digunakan di Gedung Putih. Banyak pula karya seni yang dipinjam dari National Gallery of Art dan museum-musum Smithsonian. Karya itu termasuk dari seniman kontemporer Glenn Ligon, Jasper Johns, hingga Sam Francis. Michelle juga tidak segan membuka kamar tidurnya.

Ia memilih lukisan nokturnal yang modern karya James McNeill Whistler untuk menghias atas perapian. Namun, untuk tempat tidur, nyatanya Michelle menyukai gaya antik dengan kanopi bertirai. Ruang itu pun makin elegan dengan meja belajar dan lampu kristal yang sama-sama antik. Untuk nuansa warna, perempuan lulusan Harvard itu tampak menyukai hijau muda yang lembut. Sementara itu, warna-warni ceria bisa muncul lewat hiasan dinding, bantal duduk, ataupun kertas dinding. Gaya interior Michelle tampaknya bisa jadi inspirasi yang menarik. (M-1)

Komentar