Megapolitan

Banding Jessica akan Diserahkan Pekan Depan

Sabtu, 12 November 2016 18:58 WIB Penulis: Arga Sumantri

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

TIM kuasa hukum Jessica Kumala Wongso belum rampung menyusun memori banding. Tim pembela Jessica masih merunut poin-poin yang dinilai pas untuk dimasukkan ke dalam memori banding.

Salah satu pengacara Jessica, Hidayat Bostam, menyatakan target tim kuasa hukum adalah segera menyerahkan banding Jessica ke Pengadilan Tinggi.

"Minggu depan kita ingin sudah masuk, kita serahkan (banding)," ucap Bostam, Sabtu (12/11).

Saat ini, Bostam memastikan masih dalam tahap menyusun poin-poin banding Jessica. Peluru banding yang bakal dimasukkan antara lain soal nota pembalaan (pleidoi) yang tidak jadi pertimbangan hakim. Lalu ada juga fakta-fakta persidangan, juga pendapat para ahli, khususnya dari kubu Jessica.

"Pendapat itu kan tidak dipertimbangan, malah ditolak oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat," ucap Bostam.

Salinan dokumen yang diterima, akte permintaan banding Jessica tercatat dalam nota bernomor 85/AKTA.PID/2016/PN.JKT.PST. Yudi mengajukan banding atas putusan PN Jakarta Pusat pada 27 Oktober 2016 Nomor 777/Pid.B/2016/PN.JKT.PST.

Hakim memvonis 20 tahun penjara atas dasar Jessica terbukti secara sah dan meyakinkan membunuh Wayan Mirna Salihin, sahabatnya sendiri. Menurut hakim, semua unsur delik pembunuhan yang yang didakwakan jaksa terpenuhi.

Unsur delik yang dimaksud adalah unsur barang siapa, unsur dengan sengaja, unsur direncanakan lebih dahulu, dan unsur merampas nyawa orang lain. Semua unsur itu cocok runtutannya peristiwa yang dijabarkan jaksa.

Hakim sepakat dengan jaksa kalau Jessica memenuhi unsur pelanggaran Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. Semua bermula dari rencana pertemuan Jessica dengan Mirna, Hani, dan Vera. Hakim juga menilai motif sakit hati jadi penyebab Jessica membunuh Mirna.

Pertimbangan lainnya, Jessica satu-satunya orang yang patut diduga melakukan sesuatu terhadap kopi Mirna. Jessica adalah orang yang paling lama menguasai kopi sampai diseruput Mirna.

Mirna meregang nyawa usai menyeruput es kopi Vietnam di Kafe Olivier pada 6 Januari. Kopi itu dipesan Jessica. (MTVN/OL-3)

Komentar