Polkam dan HAM

Indonesia Persiapkan Diri Maju sebagai Presiden Interpol

Jum'at, 11 November 2016 11:06 WIB Penulis: Meilikhah

ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana

SELAIN membahas isu-isu strategis lintas negara, Sidang Umum Interpol ke-85 juga melaksanakan pemilihan presiden Interpol baru. Periode kali ini, Tiongkok berkesempatan memimpin organisasi kepolisian terbesar di dunia sebagai presiden.

Ses NCB Interpol Indonesia Brigjen Naufal M Yahya mengatakan Indonesia sudah ancang-ancang untuk mencalonkan diri sebagai presiden interpol berikutnya.

Sementara, untuk tahun ini, Indonesia harus bersabar karena keinginan menjadi salah satu eksekutif komite Interpol belum dapat diraih.

"Sebenarnya kita sudah membidik sekian tahun sebelumnya, jadi empat tahun mendatang kami persiapkan," kata Naufal, di Bali, Jumat (11/11).

Naufal mengatakan periode kepengurusan organisasi Interpol adalah empat tahun. Sehingga pada 2020 mendatang, pemilihan presiden Interpol, baru akan dilakukan.

Sementara itu, Naufal mengatakan calon yang nantinya akan diajukan tidak hanya berasal dari institusi kepolisian. Bisa jadi, lembaga penegak hukum lain diajukan sebagai calon.

"Saya kira kalau punya kapabilitas pasti ada menjadi presiden Interpol namun kita tidak seluruh polisi dan tidak dari polisi juga bisa," jelasnya. (MTVN/OL-3)

Komentar