Inspirasi

Perilaku Berdampak pada Stigma Negara

Kamis, 10 November 2016 01:00 WIB Penulis: (Wnd/M-2)

MI/PERMANA

BUKAN rahasia, banyak buruh migran berhura-hura saat mendapatkan libur. Heni Sri Sundani tak menyangkal pernah ditawari warga asing untuk menemaninya dengan bayaran HK$500 saat ia sedang berbelanja kebutuhan rumah. Ia pun langsung berlari. Namun, ia ternyata tetap diikuti sang pria yang memintanya agar tidak jual mahal karena teman-temannya saja mau hanya dengan bayaran HK$50.

"Karena dia mencoba memegang, aku langsung membuat pengumuman dalam bus, ada pria yang mencoba memegangnya dan akan membayar dengan sejumlah uang. Sejak itu aku tersadar, perilaku kita itu bukan cerminan personal, tetapi membawa bendera negara. Aku harus menjaga rasa cinta Tanah Airku dengan berperilaku baik dan bisa berhasil," ungkapnya.
Hidup kekurangan memang kini tak lagi dirasakan Heni. Namun, ia tetap berpegang pada masa lalunya. Dengan begitu, perjuangannya tidak akan pernah berhenti. Dicibir menjadi sumber kesusahan orangtua tidak mematahkan semangat Heni untuk terus bersekolah. Sementara itu, teman-teman sebayanya banyak yang tidak mencicip sekolah dasar, bahkan sudah dinikahkan seusai tamat sekolah dasar.

Ia terus bersemangat melanjutkan sekolah hingga jenjang menengah kejuruan meskipun harus berjalan kaki hingga 2 jam untuk mencapai sekolah menengah pertamanya. Ia juga ditegur berkali-kali saat SMK lantaran hanya memiliki satu seragam abu-abu tanpa baju olahraga, batik, dan pramuka. Usahanya tak surut untuk menjadi yang terbaik di kelas. Karena itu, beasiswa selalu berpihak padanya.

Perempuan yang pernah bercita-cita naik pesawat lantaran membaca buku karya NH Dini itu teringat perjuangan guru bahasa Mandarin, bekerja di Taiwan dan kembali ke Indonesia untuk menjadi guru. "Tidak ada pilihan lain, aku harus menjadi buruh migran untuk mencapai cita-citaku. Awalnya pilihanku sama seperti guruku, Taiwan dan Korea, tetapi slot yang terbuka hanya untuk Hong Kong. Ya sudah enggak apa-apa harus dicoba," tutur pemilik 16 perpustakaan yang tersebar hingga Indramayu dan Ciamis itu. (Wnd/M-2)

Komentar