Film

Mencari Kenangan di Jakarta

Ahad, 30 October 2016 03:15 WIB Penulis: (*/M-4)

DOK. BALIK JAKARTA

SETELAH 20 tahun meninggalkan Jakarta, Gunther (Frédérik Neust) datang kembali. Selain liburan, ia bernostalgia. Bermodalkan foto lama, Gunther berupaya menemukan rumah lamanya tanpa tahu alamat pasti. Permasalahan utamanya ialah kondisi Jakarta yang sudah berubah pesat. Di tengah pencariannya, ia bertemu Togar (Yoga Mohamad), tukang ojek pangkalan, untuk bertanya alamat. Togar fasih berbahasa Inggris. Pasalnya ia sarjana dari Kota Pematang Siantar yang mencoba peruntungan di Jakarta sebagai tukang ojek. Togar pun menawarkan diri mengantarkan Gunther ke lokasi yang diinginkannya. Selama 25 menit, penonton diajak mengikuti petualangan mereka yang lucu.

Film karya sutradara muda Jason Iskandar yang berkolaborasi dengan Studio Antelope dan Kedutaan Besar Republik Federal Jerman di Jakarta itu ingin memotret Kota Jakarta dengan segala perubahannya. “Pulang ke Jakarta selalu menyenangkan, tapi juga menjengkelkan. Menyenangkan karena kota ini dipenuhi ‘ledakan-ledakan’ yang jenaka dan mengasyikan. Menjengkelkan karena kota ini memiliki segudang masalah yang menguji kita,” ungkap Jason di Goethe Institute, Jakarta, Kamis (27/10), seraya mengaku sebal dengan kemacetan, banjir, dan polusi udara Jakarta.

Meski diluncurkan bertepatan dengan masa kampanye Pilkada Gubernur DKI Jakarta 2017, film ini tidak mengemban misi politik. Sebaliknya mereka emban misi budaya. “Film ini merupakan proyek kebudayaan yang digagas Kedutaan Besar Jerman untuk menunjukkan persahabatan antara Indonesia dan Jerman yang selama ini sudah terjalin,” ujar Duta Besar Jerman untuk Indonesia Michael Freiherr von Ungern-Sternberg. Dari film itu para calon gubernur mampu mendapatkan gambaran perkembangan Jakarta sehingga mampu membuat Jakarta ke depan menjadi lebih baik lagi. Sayangnya untuk menonton film ini harus menunggu kepastian dari kedutaan. (*/M-4)

Komentar