Eksekutif

Kesetiaan Profesi Pengidola Steve Jobs

Senin, 24 October 2016 06:11 WIB Penulis: Jessica Sihite

DOK-PRIBADI

LAYAKNYA sebuah pengabdian, Fuad Husni selalu setia dengan bidang pekerjaannya.

Dari sejak lulus kuliah di salah satu perguruan tersohor di Bandung, dia menekuni pekerjaan di bidang pelayanan konsultasi teknologi.

Tidak tanggung-tanggung, sudah 18 tahun dirinya bergelut di bidang itu meski berpindah-pindah tempat bekerja.

Saat ini Fuad Husni bekerja sebagai Country Manager PT NCR Indonesia. Itu tetap serupa dengan bidang pekerjaannya, yaitu menyediakan solusi untuk industri keuangan di Indonesia.

Media Indonesia pun berkesempatan mewawancarai Fuad di kawasan sentra perkantoran SCBD, Jakarta, Agustus silam.

Saat itu dia bercerita tentang perjalanan kariernya sejak lulus dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Di awal kariernya, lingkup pekerjaannya ialah konsultan.

Tidak tanggung-tanggung, pria yang hobi bermain golf itu membeberkan tugas-tugasnya yang banyak untuk ukuran seorang lulusan baru.

"Karier pertama saya sudah konsultan. Saya jadi konsultan untuk costumer saya, membuat program. Berbicara kepada costumer harus mengerti apa yang diinginkan costumer, dan membuat apa yang diminta mereka," tutur Fuad.

Ia tidak lama di perusahaan tersebut. Dua hingga tiga tahun kemudian, Fuad menjajal perusahaan lain dengan bidang pekerjaan yang sama.

Setelah itu, selama 18 tahun dia bekerja sebagai konsultan di bidang penjualan, arsitek, dan manajemen di berbagai perusahaan, dari Vietnam, Myanmar, hingga Thailand.

Ujung dari bidang pekerjaannya ialah industri teknologi.

Fuad yang sudah berpengalaman sebagai konsultan pun akhirnya direkrut sebagai Country Manager Indonesia oleh NCR Corporation sejak April 2015.

NCR Corporation merupakan perusahaan penyedia teknologi pelayanan perbankan dan mayoritas basis industri mereka di Indonesia ialah penyedia mesin anjungan tunai mandiri (ATM).

Dia memang menyukai dunia teknologi.

Ia mengakui Steve Jobs dan Tim Cook, dua sosok yang membangun Apple, merupakan sosok idolanya yang membuat dia ingin seperti mereka.

"Mereka selalu bisa memberikan sesuatu yang baru atau ide yang baru untuk membuat hidup orang lain menjadi lebih mudah," ucap Fuad.

Dari situ dia pun ingin perusahaan perwakilan yang ia pimpin bisa seperti perusahaan sang idola.

NCR diproyeksikan bisa mengikuti permintaan pasar yang semakin hari semakin disuguhi perkembangan teknologi.

Mau tidak mau, teknologi mesin ATM pun harus menyesuaikan dengan teknologi perangkat lainnya, seperti komputer atau ponsel.

"Kita sudah berbisnis di Indonesia sejak 20 tahun yang lalu. Di dunia, umur NCR sudah 130 tahun. Dengan umur demikian, kita tidak mungkin tidak mengikuti permintaan konsumen," paparnya.

Tidak hanya mesin ATM yang akan dikembangkan, Fuad mengatakan pihaknya tengah membuka pasar yang lebih luas untuk digital banking dan mobile banking di Indonesia.

Di bisnis itu, kata dia, pihaknya menyediakan peranti lunak agar transaksi bisa dilakukan di mana pun.

"Kita juga bergerak di ritel dengan bikin semacam perangkat untuk transaksi nontunai, tapi di Indonesia 80%-90% lingkup bisnis kita masih untuk pelayanan perbankan lewat mesin ATM. Ke depan, ritel dan hospitality akan kita kembangkan di sini," ucap Fuad.

Layar sentuh

Pasti hampir seluruh masyarakat di Jakarta atau kota-kota besar sering mengunjungi mesin ATM, paling tidak satu bulan sekali untuk mengambil gaji.

Namun, berdasarkan penelitian NCR, hampir 60% penduduk Indonesia masih belum memiliki akses ke perbankan.

Terdapat hampir 100 ribu mesin ATM terpasang di Indonesia dengan kondisi jumlah penduduk Indonesia yang lebih dari 220 juta orang.

Dari situ, Fuad menuturkan terdapat 110 mesin ATM untuk satu juta penduduk Indonesia.

Jumlah itu dinilainya kecil ketimbang jumlah ATM di Tiongkok yang mencapai 350 untuk satu juta penduduk dan Amerika Serikat yang mencapai 1.200 untuk satu juta penduduk.

Keadaan itu membuat Fuad berpikir penetrasi masyarakat untuk memahami produk perbankan harus ditingkatkan.

Itu pun dijadikan tantangan tersendiri untuk Fuad.

"Artinya, terdapat begitu banyak peluang bagi perbankan untuk mendapatkan pelanggan baru. Pelanggan baru itu mungkin saja hanya butuh pelayanan dari bank yang biasa saja, tapi akan ada juga pelanggan yang butuh solusi digital yang canggih. Makanya, hanya bank yang bisa menyelesaikan masalah itu yang bisa dikatakan bank yang sukses bersaing," tuturnya.

Dari sisi perbankan, Fuad menilai tidak sedikit perbankan yang mengefisienkan biaya operasional.

Apalagi, di tengah kondisi ekonomi global yang kurang menentu, hampir seluruh perusahaan berlomba-lomba memangkas biaya operasional sembari menjaga kinerja.

Dua kondisi itu, dinilai Fuad, sudah diantisipasi NCR. Pihaknya akan meluncurkan ATM interaktif dengan dua konsep, yakni berlayar tablet dan recycle cash.

Mesin-mesin baru tersebut dinilainya merupakan inovasi NCR untuk memudahkan nasabah dan menguntungkan perbankan.

"Kita membantu mereka mengefisienkan biaya," ujar Fuad.

Dia menjelaskan mesin ATM berkonsep tablet akan berlayar sentuh karena masyarakat Indonesia sudah terbiasa dengan teknologi tersebut.

Di mesin itu pun, kata dia, nasabah tidak hanya akan melihat tulisan-tulisan layaknya mesin ATM saat ini, tetapi juga bisa mengoperasikannya seperti tablet komputer.

"Jadi bisa kecilin, gedein pakai tangan kayak kita main tablet," ujarnya.

Mesin ATM dengan konsep recycle cash dinilainya lebih menarik lagi.

Di mesin itu, nasabah akan bisa berkomunikasi dengan teller bank lewat telepon.

Mesin ATM itu memang akan memakan tempat karena lebih besar, tetapi dianggap lebih efisien ketimbang menyewa lahan tambahan untuk membuka cabang bank baru.

"Jadi, ini pengganti buka cabang kantor baru. Di mesinnya ada telepon yang bisa dipakai nasabah kalau mau bertanya ke teller. Di mesin itu, bisa setor duit, ambil duit, buka akun baru, cetak kartu baru, dan mencetak buku tabungan," kata Fuad.

Menurut Fuad, dengan ATM recycle cash, perbankan akan bisa menurunkan biaya operasional 20%-30%.

Biaya mengisi uang ke ATM bisa berkurang karena konsep mesin tersebut bisa mengambil uang tunai dari uang yang sebelumnya disetor nasabah lain melalui mesin itu.

Rencananya, dalam tiga bulan ke depan, NCR mau merilis mesin ATM berkonsep tablet.

"Akan ada beberapa bank yang akan meluncurkan mesin ATM itu, salah satunya bank BUMN. Kalau yang recycle cash, posisi Indonesia posisinya review, tapi mungkin akan masuk awal Januari tahun depanlah," cetus Fuad.

(E-4)

____________________________________________

BIODATA

Nama: Fuad Husni

Posisi: Country Manager PT NCR Indonesia

Pendidikan: S-1 Fisika, ITB

Komentar