DESAIN

Menyatukan Tatami dan Ruang Kerja

Ahad, 16 October 2016 00:45 WIB Penulis: Fario Untung Tanu

MI/BARY FATHAHILAH

YANG menempel dengan deretan meja kerja ialah area yang lebih tinggi. Sepintas area itu mirip panggung, tetapi beralas matras-matras dengan beberapa meja di beberapa bagiannya. Rupanya, area yang memanjang di tepi jendela kaca ini ialah area kerja pula. Sengaja dibentuk bergaya Jepang, yakni dengan lubang tempat kaki di bawah meja untuk menciptakan suasana kerja yang berbeda.

"Biasa ruang tatami itu dipakai kalau karyawan sudah bosan duduk di depan komputer dan ingin mencari suasana lain. Kadang juga bisa digunakan untuk diskusi santai," jelas Office Manager BBDO Indonesia, Dian Kameswari, kepada Media Indonesia, Kamis (13/10).
Seperti yang terlihat siang itu, beberapa karyawan tampak duduk-duduk santai di ruang tatami. Beberapa orang malah asyik bermain Playstation. Sementara, karyawan yang sedang bekerja di meja deretan bawah juga tidak tampak terganggu. Perbedaan ketinggian tampaknya cukup bisa berfungsi sebagai pemisah meski tidak juga menjaga privasi, terutama bagi yang duduk di area atas.

Area tatami hanyalah satu dari banyak keunikan di kantor agensi kehumasan dan periklanan ini. Di ruang lainnya terdapat dinding kaca berwarna hitam yang penuh coretan dan gambar.

Kebanyakan coretan yang dibuat dengan spidol putih itu berupa catatan rapat dan kata-kata motivasi, tapi ada pula sebuah gambar naga besar.

"Kita pikir ketimbang hanya tembok biasa, kenapa enggak kita cari ide yang kreatif dan akhirnya muncullah black wall ini," tambah Dian.

Elemen kantor yang dikemas kreatif dan tetap fungsional ini membawa kesan humanis dan kehangatan pada interior yang bergaya industrial minimalis.
BBDO Indonesia memercayakan desain kantor itu pada Delution Architect.

Muhammad Egha, salah satu arsitek di Delution Architect mengatakan bahwa konsep yang diterapkan memadukan aspek natural (green), identitas brand, dan perilaku.

"Jadi intinya memang desain kantor kita ciptakan dengan penuh kreativitas, menarik, eksentrik, dan unik. Hal ini diharapkan dapat membuat seisi kantor bisa selalu semangat bekerja dan terinspirasi dalam melakukan aktivitas kesehariannya," tutur Egha.

Green design diterapkan lewat area terbuka dan jendela-jendela besar. Dengan begitu, kantor di lantai 33 ini dapat memaksimalkan penggunaan cahaya alami. "Selain itu, kita juga semuanya menggunakan lampu LED yang hemat energi," tambah.

Sentuhan Indonesia

Keunikan desain kantor yang memenangi penghargaan terbaik kategori corporate space small di The 2015 Best of Asia Pacific Design Awards oleh International Interior Design Association (IIDA) ini sebenarnya juga sudah terlihat dari lobi.

Di situ, sentuhan Indonesia muncul lewat blok-blok cetakan motif batik yang digunakan sebagai ornamen depan meja lobi. Kesan mewah dari warna keemasan dan motif batik berpadu dengan interior lain yang berwarna putih bersih. Hasilnya ialah kesan etnik sekaligus modern.

Dian menjelaskan penggunaan unsur Indonesia itu untuk menunjukkan budaya lokal yang tetap diangkat di perusahaan yang berkantor pusat di New York, Amerika Serikat ini.

Pada banyak ruangan juga terlihat paduan material alami dan modern. Contohnya ialah paduan dinding bata atau beton ekspos dengan lantai parket kayu. Ada pula penggunaan bilah-bilah kayu sebagai ornamen partisi maupun langit-langit. Meski tidak di seluruh ruangan, penggunaan material alami ini mampu menciptakan kesan karakter yang kuat. (M-3)

Komentar