DESAIN

Gaya Tropis di Balik Bata Menjulang

Ahad, 9 October 2016 00:00 WIB Penulis: Fario Untung Tanu

MI/ATET DWI PRAMADIA

DINDING bata ekspos selalu membawa keunikan pada bangunan. Bahkan hanya dengan penggunaan satu dinding bata ekspos bisa membawa nuansa alami dan hangat pada seluruh ruangan.

Maka bagaimana jadinya jika dinding bata itu menjulang di bagian luar rumah? Itulah yang ada pada rumah kediaman Julian Palapa di Cibubur, Jakarta Timur.

Tampilan minimalis dari dominasi cat putih menjadi lebih berkarakter dan hangat dengan dinding muka rumah yang menggunakan bata ekspos. Penggunaan bata itu mulai bawah hingga puncak.

Di beberapa bagian lain rumah, Julian juga tampak menerapkan gaya natural dengan semen yang tidak diaci. Saat ditemui di rumahnya, Senin (26/9), Julian mengungkapkan memang menyukai tampilan mentah.

"Penggunaan bata ekspos, semen yang tidak diaci, dan lainnya itu memang sengaja membuat itu agar ibarat rumah makin tua semakin jadi," ucap pria yang berprofesi sebagai arsitek itu.

Soal desain untuk rumah seluas 300 meter persegi itu Julian mengatakan mengacu pada gaya tropis. Itu memang segera bisa dilihat dengan adanya bukaan-bukaan besar dan taman di beberapa sudut. Di muka rumah pun, sentuhan hijau sudah terlihat dari sulur-sulur tanaman dari teras yang ada di atas garasi.

Sepetak taman juga terdapat di depan rumah, tempat kesejukannya bisa dinikmati dengan sepuasnya dari ruang tamu. Aliran udara dan cahaya dari depan rumah itu bisa masuk dengan leluasa begitu pintu geser dibuka.

Di ruang itu, kesan unik muncul dengan penggunaan bilah-bilah kayu yang ditempelkan pada dinding. Namun, bilah-bilah yang menciptakan tekstur bergaris itu tetap dicat monokrom sehingga serasi dengan nuansa abu kecokelatan pada sofa.

Ada pula sebuah sudut dengan dinding bata yang dicat putih. Di sudut itu ditempatkan sebuah buffet kayu dan lampu berdiri gaya tempo dulu.

Pada sudut itu dan kamar tidur utama, Julian memilih menggunakan lantai parket kayu sehingga kesan hangat lebih kuat. Di kamar utama yang cukup luas itu, pencahayaan alami juga berlimpah dengan adanya jendela-jendela besar.

"Kamar tempat kami berkumpul, anak-anak juga sering main di kamar jadi saya sengaja buat cukup lapang," tutur ayah dua anak itu.

Taman multifungsi

Siang hari itu putra dan putri Julian tampak asyik bermain ayunan di taman belakang rumah. Taman itu memang menjadi tempat bermain yang menyenangkan karena luasnya mencapai 72 meter persegi. Tanaman hanya ditempatkan pada pot-pot di pinggir taman sehingga anak-anak bisa berlarian di atas rumput hijau.

Julian mengatakan taman itu sekaligus multifungsi sebagai tempat foto koleksi busana muslim yang menjadi bisnis sang istri. "Kebetulan istri juga dagang baju muslim perempuan di online. Jadi istri sering manfaatkan taman ini untuk foto-foto barang dagangannya karena tempatnya cukup bagus juga untuk sesi foto," aku Julian.

Julian sekeluarga juga terbiasa menikmati suasana taman dari ruang makan yang menyatu dengan ruang belajar. Adanya dua taman di rumah itu memang menjadikan hunian tersebut seperti berlimpah dengan oasis.

Daya tarik rumah pun tidak berhenti di situ. Di berbagai sudut terdapat kata-kata inspiratif yang bisa menjadi pemompa semangat. Contohnya ialah kata-kata 'This happy family is our earlier heaven' di atas meja belajar. Sementara itu, kecintaan keluarga itu pada desain terlihat dari kata-kata 'Fresh design made today, tomorrow too' pada dinding carport dan kaca jendela. (M-3

Komentar