Megapolitan

Ini Kemungkinan Penyebab Kasus Videotron

Ahad, 2 October 2016 16:31 WIB Penulis: Agus Utantoro

MI/ARYA MANGGALA

KEPALA Pusat Studi Forensik Digital (Pusfid) Universitas Islam Indonesia (UII), Yudi Prayudi menilai, ada tiga kemungkinan penyebab tampilnya video porno pada sebuah videotron di Jakarta Selatan, Jumat (30/9) lalu.

Pertama adalah admin atau operator komputer videotron tersebut tengah memutar dan menonton video porno di komputer melalui layanan streaming dari alamat tertentu. Namun, imbuhnya, tanpa disadari, komputer yang digunakan untuk mengakses layanan streaming tersebut ternyata terhubung ke videotron tertentu.

"Kemungkinan lain, komputer operator atau admin terkena sebuah virus semacam RAT (Remote Access Trojan) yang memungkinkan komputer tertentu dapat mengakses komputer lainnya dan kemudian menjalankan aktivitas tertentu," ujarnya, kepada wartawan di Jogyakarta, Minggu (2/10).

Hal ini, jelasnya, sejalan dengan klaim dari pihak manajemen pengelola videotron yang menyatakan telah terjadi penyusupan file tertentu yang mengakibatkan videotron tersebut tidak dapat dikendalikan oleh admin dan diarahkan oleh pihak tertentu untuk akhirnya mengakses alamat tertentu dan akhirnya menampilkan konten ilegal.

Kemungkinan lain, katanya, adalah adanya aktivitas peretasan yang sangat canggih yang dikenal istilah Air Gap Hacking, yaitu hacking terhadap peralatan elektronik yang umumnya dikendalikan secara remote misalnya videotron, traffic lalu lintas, dan sebagainya.

Teknik yang dilakukan adalah memanfaatkan frekuensi gelombang untuk melakukan transfer data atau pengambil alihan kontrol alat. “ Jadi tidak lagi menggunakan koneksi internet namun memanfaatkan celah frekuensi yang ada pada alat elektronik tersebut. Bila ini yang terjadi, berarti saat itu sedang ada seseorang yang sedang mencoba untuk menerapkan teknik hacking ini pada alat videotron yang menjadi target tersebut."

Menurut dia, jika ini yang terjadi bisa dipastikan pelakunya memiliki penguasaan teknik komputer dan jaringan maupun penguasaan elektronika yang sangat baik karena mampu menerapkan teknik hacking yang cukup canggih.

Oleh karena itu, Yudi mendesak aparat keamanan menyelidiki secara mendalam dan tuntas agar kasus tayangan porno yang muncul di hadapan publik ini segera terungkap. "Harus diusut apakah kejadian itu merupakan kesengajaan atau bukan. Tentunya perlu penyelidikan yang mendalam,” katanya.

Pada penyelidikan itu, imbuhnya, juga harus mampu mengungkap kejadian itu merupakan modus cybercrime atau bukan. OL-2

Komentar