Film

Uang Panai, Film Daerah Buktikan Tembus Box Office

Rabu, 7 September 2016 01:15 WIB Penulis: Syarief Oebaidillah

ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

UNTUK bisa menjadi film terlaris atau dikenal dengan istilah box office, sebuah karya film ternyata tidak harus ditayangkan di banyak layar. Terbukti, film produksi karya anak Makassar, 'Uang Panai', berhasil meraih jumlah 200.000 penonton dalam waktu sepekan dengan penonton terbanyak di dua kota, Makassar dan Palu.

Sang produser, Wahyudin Machsin, pun bersyukur atas keberhasilan 'Uang Panai' menembus catatan itu. Keberhasilan 'Uang Panai', kata dia, sekaligus membuktikan bahwa untuk menembus box office, film tidak harus tayang serentak dan di lokasi yang banyak.

"Kami sudah membuktikan, minat penonton di daerah juga bisa tinggi, karena memang target penonton yang sangat tepat. Dengan animo penonton yang tinggi itu, otomatis pihak bioskop menambah jumlah layar kami," kata Wahyudin.

Wahyudin berharap, 'Uang Panai' bisa menjadi inspirasi para sineas untuk turut memproduksi film yang sama, yakni dengan target penonton yang jelas. Dengan demikian, pemutaran cukup dilakukan di tempat terbatas tetapi potensial menyedot penonton karena segmentasinya sudah pasti.

"Jika banyak sineas menggarap film lokal secara berkualitas, maka bisa menjadi tuan rumah di daerah masing-masing. Jika ini terjadi, Indonesia bisa seperti India, di mana kita bisa memproduksi film di tiap daerah. Tidak harus berpusat di Jakarta dan ditayangkan di Jakarta," kata dia melalui keterangan tertulis kepada media, Selasa (6/9).

Ia mengingatkan, bahwa penggarapan film tetap harus dilakukan dengan serius dan berkualitas. Karena tidak mungkin penonton akan datang jika film yang ditayangkan tidak bermutu.

"Seperti pesan Wakil Presiden Jusuf Kalla, harusnya sineas daerah mengangkat film dengan kultur kampung tetapi tidak disajikan secara kampungan. Terhadap film seperti itu, bioskop harus mendukung film-film lokal, tetapi di sisi lain film juga harus tahu diri dan harus tetap berkualitas supaya filmnya laku," lanjut Wahyudin.

Sementara itu, pihak bioskop Cinema XXI berharap film 'Uang Panai' akan menjadi tolok ukur (benchmark) bagi film regional lainya yang akan diproduksi.

"'Uang Panai' sekali lagi membuktikan film regional yang diproduksi dengan baik ditambah kedekatan emosional dan budaya daerah akan bisa menarik penonton yang di targetkan," ujar Corporate Secretary Cinema 21 Catherine Keng.

Catherine menjelaskan, memang tidak semua film perlu wide-release. Yang penting, lanjut dia, memastikan film tersebut bisa bertemu dengan penonton yang memang sesuai target. Untuk film 'Uang Panai' sekarang masih tayang di 18 layar di Makassar dan Palu.

Wapres Jusuf Kalla bersama keluarga pun turut menyaksikan pemutaran film tersebut. Bahkan, menurut juru bicara Wapres Husain Abdullah, Jusuf Kalla juga mengapresiasi film yang disutradarai Halim Gani Safia dan Amirl Nuryan itu.

Di daerah juga banyak cerita yang bisa diangkat ke layar lebar. Dalam pandangan Wapres, film harusnya memang bisa menjadi ajang memperkenalkan budaya dan tradisi.

"Menurut Wapres, film tersebut bagus. Wapres memberi apresiasi sebagai hasil karya sineas muda daerah yang cukup membanggakan. Diharapkan, bisa membawa semangat bagi sineas-sineas di daerah. Yang penting, kualitas dan penggarapan harus tetap diperhatikan," kata Husain. (RO/OL-5)

Komentar