Seni

Hari Pertama Soundrenaline yang Bersemangat

Ahad, 4 September 2016 21:30 WIB Penulis:

ANTARA

SEJUMLAH penampil hari pertama mampu membuat Soundrenaline memiliki kesan tersendiri. Apalagi penempatan musisi dan jenis panggung terasa pas dengan atmosfer alam yang disediakan di area GWK.

Jelang sore, band lokal Bali yang menyebut genre mereka rockabali, The Hydrant tampil begitu semangat dan berhasil menghimpun penonton yang masih terpencar di beberapa arena. Pasalnya tata ruang Soundrenaline festival kali ini dengan melibatkan banyAk mobil VW combi sebagai tempat makan punya daya tarik tersendiri.

The Hydrant pun tampil mulus menutup sore, bergantian dengan Shaggydog dan Nanoe Biru di panggug lainnya. Kolaborasi pun terjadi di panggung Louder than Ever dari Shaggydog yang mengajak vokalis Navicula, Robi membawakan lagu teranyar mereka bertajuk Putra Nusantara.

“Saya baru kulik lagunya sehari sebelum main. Hari ini juga akan kolaborasi dengan Seringai. Bagi saya ini festival ajang berkumpul dan jamming antar musisi seperti biasa, hanya dalam skala panggung yang besar saja,” kata Robi kepada Media Indonesia usai manggung.

Memasuki malam, di panggung Go Ahead Stage yang berdekorasi penuh warna menampilkan White Shoes & The Couples Company menggiring penonton untuk menikmati nuansa nostalgia bersama musik-musiknya. Setelahnya Isyana Sarasvati juga semakin membuat panggung ini padat.

Penyanyi dengan tembang Kau Adalah ini tampil maksimal dengan kemampuan musik yang mumpuni dari Isyana dan para musisi pengiringnya. Sayang, dinamika yang berhasil dimainkan dengan cukup baik ini menjadi sedikit tercemar dengan dominasi lagu-lagu cover milik orang lain. Entah sudah mendapatkan izin atau belum untuk membawakannya.

Malam pun makin panas dengan penampilan THE S.I.G.I.T, NTRL, dan Endank Soekamti berturut-turut di panggung Louder than Ever. Sementara di panggung A Stage, NAIF, Maliq & d’ essentials, Andra & The Backbone masih menyita perhatian para penggemar. Kemudian panggung itu ditutup oleh Simple Plan yang berkolaborasi bersama vokalis Kotak, Tantri, di lagu Jetlag.

Lalu ada Nikita Dompas, salah satu music director berpengalaman Indonesia yang menerjemahkan semangat kolaborasi dalam Soundrenaline menjadi sebuah penampilan bertajuk Soundrenaline Project. Bersama dengan Neonomora, Marcello Tahitoe, Andi /rif, Kikan Namara, Kallula Harsynta, dan Felix Davide, Nikita Dompas memberikan suguhan musik kolaboratif yang “Louder Than Ever”.

Sebanyak 13 lagu dilantunkan selama 45 menit di Go Ahead Stage. Enam vokalis yang berkolaborasi dalam Soundrenaline Project ditantang untuk membawakan lagu-lagu populer dengan aransemen baru yang unik tapi tetap berkelas seperti Vogue, Melompat Lebih Tinggi, Sendu Melagu, Love Yourself, Kau Adalah, When We Were Young, Hands to Myself, Inikah Cinta, Salahkah Aku, On My Mind, Pamit, Dahlu, Ekspresi

Penampilan yang paling disambut meriah penonton adalah ketika Nikita Dompas dan Ello membawakan Sendu Melagu milik Barasuara, duet Kallula dan Neonomora membawakan lagu Hands to Myself milik Selena Gomez serta saat Andi /rif melantunkan lagu Pamit milik Tulus dengan gaya rock ballad yang kental.

“Ini memang bukan pertama kalinya ada sebuah proyek musik multi vokalis. Tapi khusus untuk Soundrenaline Project, saya menyatukan vokalis dengan latar belakang serta karakter vokal yang berbeda-beda dan menantang mereka untuk membawakan aransemen-aransemen baru yang cocok dengan gaya mereka supaya penampilan ini jadi lebih berkesan dan enak untuk ditonton. Mereka banyak memberi masukan sehingga aranseman lagu juga makin menggigit,” kata Nikita Dompas. (Fik/I-1)

Komentar