DESAIN

Tren Dinding Panel Kayu

Ahad, 28 August 2016 10:00 WIB Penulis: Fario Untung Tanu

AP/COREY GAFFER

DESAINER interior Angela Robinson dan perajin kayu Jerry McCall belakangan ini punya kesamaan karya yang sedang digemari kliennya. Itu ialah panel kayu yang digunakan sebagai dinding.

Dua profesional yang berbasis di California, Amerika Serikat, ini telah menerapkan dinding kayu di rumah kontemporer. McCall lewat perusahaan miliknya, Stikwood, salah satunya menerapkan dinding panel kayu untuk kamar bayi.

Panel kayu yang digunakan berwarna putih dan hitam dengan teknik pewarnaan yang seolah mentah atau unfinised. Panel kayu yang diterapkan hanya pada salah satu dinding itu memberi kesan alami sekaligus rustic pada ruangan.

Stikwood juga tidak ragu untuk menerapkan panel kayu dalam bidang yang lebih luas, seperti yang diterapkan pada kamar tidur dewasa dan kamar mandi. Untuk ruangan tersebut kesan elegan, tetapi juga rough tercipta lewat tekstur kayu yang lebih kuat.
McCall berpendapat daya tarik dari penggunaan dinding panel kayu tercipta karena nuansa kehangatan, kenyamanan, sekaligus ketenangan yang dibawa ke ruangan. "Ini (dinding panel kayu) ialah penawar untuk kehidupan modern kita yang serbakacau," katanya.

Sementara itu, Robinson menilai dinding panel kayu mampu menjadi jembatan nuansa modern dengan kesukaan terhadap suasana alami. Namun, efek yang ditimbulkan juga tergantung kepada teknik finishing yang diterapkan.

Robinson di antaranya sudah menggunakan dinding panel kayu di resor Inn the Estuary, di Nanoose Bay, British Columbia. Untuk hasil akhir terbaik, Robinson memberi saran agar tetap menonjolkan karakteristik asli kayu, atau yang berarti jangan sampai tekstur kayu justru tertutupi oleh banyak pewarnaan dan teknik finishing.

Cocok di Indonesia

Arsitek Nico Gowindra mengaku jika iklim dan cuaca di Indonesia juga cocok untuk penerapan dinding panel kayu sebagai model desain di dalam hunian atau tempat kerja. "Tentu sangat cocok dan memang sudah ada banyak hunian yang menerapkan konsep desain dengan menggunakan panel kayu asli. Karena di Indonesia sendiri iklimnya tropis dan kayu asal Indonesia tentu pasti cocok untuk iklim di Indonesia juga," tutur Nico.

Namun, ia mengingatkan dibutuhkannya perawatan khusus, terlebih untuk penggunaan pada bagian eksterior rumah yang harus berhadapan langsung dengan panasnya matahari di siang hari dan dingin di malam hari.

Agar kayu dapat bertahan lama, kayu perlu melalui proses oven sehingga kandungan air yang ada di dalam kayu itu memuai.
Nico juga menyarankan untuk menghindari penggunaan kayu merbau. Pasalnya, kayu jenis tersebut akan mengeluarkan getah jika terlalu lama terkena panasnya sinar matahari.

Sementara penggunaan kayu sebagai interior rumah juga tetap perlu melalui tahap coating agar terhindar dari rayap. Untuk pemilihan jenis kayu, Nico menyarankan beberapa jenis di antaranya kayu jati, kayu bengkirai, kayu damar laut, kayu kamper dan kayu meranti. Menurutnya, jenis kayu tersebut sudah banyak digunakan dan telah diakui kualitasnya.

"Kalau mau yang kayu recyle, bisa gunakan kayu jati belanda atau pinus. Dari pilihan itu, kembali kepada konsumen mau yang jenis guratan atau urat kayu yang seperti apa," pungkasnya. (M-3)

Komentar