Internasional

Situasi Buruk, RI Siapkan Evakuasi

Jum'at, 20 February 2015 00:00 WIB Penulis:

AFP/Muhammed Huwais

DELAPAN prajurit penjaga instalasi minyak tewas dan tiga lainnya terluka pada Rabu (18/2) dalam pertempuran dengan kelompok suku setempat di dekat ladang minyak di wilayah Wadi Dawan, Provinsi Hadramawt, Yaman.

Sekelompok suku asli lokal dengan persenjataan lengkap menyerang konvoi pasukan militer yang sedang mengangkut persediaan menuju pos. Itulah yang memicu pertempuran. Beberapa penyerang dilaporkan tewas, tetapi jumlahnya tidak disebut.

Adapun di Kota Aden, Yaman Selatan, perwira intelijen militer, Kolonel Mohammed al-Zahrawi, ditembak hingga tewas di tempat, sedangkan penembaknya lolos. Di wilayah selatan termasuk Aden itu, sejumlah kelompok bersenjata yang antikelompok Huthi memang bangkit dan menguasai sejumlah lokasi. Adapun kelompok militan Syiah Huthi telah menduduki Ibu Kota Sana'a.

Sejak 22 Januari silam, Yaman tidak lagi memiliki kepala pemerintahan begitu Presiden Abd Rabbuh Mansour Hadi dan Perdana Menteri Khaled Bahah mundur. Kelompok Huthi secara paksa membubarkan parlemen dan merebut pemerintahan.

Memburuknya kondisi di Yaman membuat sejumlah diplomat asing meninggalkan negara tersebut. Ada 12 negara telah menutup kantor perwakilannya di Yaman, termasuk Arab Saudi, Amerika Serikat, Italia, Uni Emirat Arab, Belanda, Inggris, Jerman, dan Prancis.

Indonesia belum menutup kantor perwakilannya ataupun menarik perwakilannya dari Yaman, tetapi menyiapkan rencana evakuasi warga negara Indonesia (WNI). "Seluruh WNI di Yaman yang merasa tidak nyaman atau berada di lingkungan yang tidak aman dipersilakan mendaftar untuk dipulangkan ke Indonesia," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir dalam press briefing di Jakarta, Rabu (18/2).

"Evakuasi bisa lewat darat, laut, dan amat mungkin lewat udara, mengingat itu pilihan paling aman," imbuh Gatot Abdullah, Ketua Koordinator Satgas Evakuasi WNI di Yaman.

Menurut Kedutaan Besar RI di Yaman, sebenarnya kondisi beberapa kota di sana masih normal, termasuk Tharing dan Mukalla. Warung-warung masih buka, bahan bakar minyak masih tersedia, bandara pun masih beroperasi. Namun, dengan jatuhnya ibu kota negara ke tangan kelompok Huthi, situasi dikhawatirkan menjadi kian buruk.

Selain itu, RI mengeluarkan imbauan perjalanan bagi WNI yang hendak bepergian ke Yaman, juga menyiapkan selter. Menurut Nasir, saat ini terdapat 4.159 WNI yang merupakan mahasiswa dan tenaga kerja di Yaman, dengan 100 di antaranya berada di Sana'a.

Komentar