Seni

Pameran Perhiasan Mutumanikam Nusantara Hadir di Jakarta

Rabu, 17 August 2016 00:33 WIB Penulis:

Ilustrasi--ANTARA

BAGI Anda para pecinta perhiasan, jangan lewatkan Pameran Perhiasan Mutumanikam Nusantara Indonesia yang akan diselenggarakan mulai 25 hingga 28 Agustus 2016 di Hall A Senayan Jakarta Convention Center (JCC).

Mengangkat tema 'Jewel of Paradise', pameran yang sudah dilaksanakan sejak 2006 itu mengangkat dan melestarikan warisan budaya kriya perhiasan Indonesia.

Terdapat beragam perhiasan baik berupa mutiara, emas, perak, batu mulia hingga permata yang dibentuk menjadi aneka koleksi perhiasan berupa bros, gelang, cincin, dan giwang dari berbagai daerah di Nusantara ditampilkan.

Pameran itu diikuti sekitar 140 peserta dari berbagai daerah yang tergabung dalam Dekranasda ataupun Disperindag Daerah seperti Jambi, DI Yogyakarta, Bali, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Nusa Tenggara Barat. Selain itu, ada pula peserta dan usaha kecil menengah (UKM) binaan kementerian dan BUMN

"Partisipasi dari berbagai lembaga atau organisasi tersebut sekaligus membantu pemasaran produk-produk mitra binaan meraka secara lebih luas," ujar Lisa Ayodhia Ketua Panitia Mutumanikam Nusantara Indonesia dalam keterangan tertulis, Selasa (16/8).

Dalam perhelatan yang ke-10 nanti, terdapat pula pelatihan bagi perajin. Setidaknya, 2.500 perajin akan mengikuti pelatihan MMNI yang diselenggarakan di berbagai daerah di Indonesia.

"Nanti akan ada kontes desain perhiasan untuk merangsang munculnya desain perhiasan modern Indonesia yang tetap menampilkan ciri warisan budaya lokal dalam segi bentuk, corak, dan elemen serta cara pembuatannya," terang Lisa.

Melalui kontes desain perhiasan ini, para perajin dapat membuat perhiasan dengan desain yang kreatif sehingga dapat berkembang dengan lebih baik.

"Kami berharap melalui pameran ini, perhiasan tidak lagi dipandang sebagai perhiasan melainkan sebagai produk/karya budaya Indonesia, karena apa yang dilakukan adalah melestarikan dan juga pada saat yang sama memperbaharui produk/karya budaya milik negeri ini," pungkasnya. (RO/OL-5)

Komentar