MI Gaya

Yoga di Helipad

Ahad, 14 August 2016 09:00 WIB Penulis: Fario Untung Tanu

MI/PANCA SYURKANI

PENGGEMAR yoga di Jakarta mestinya tidak akan pernah bosan. Inovasi di teknik olahraga dan spriritual itu sudah seperti di industri kuliner dan fesyen. Terbaru ialah kelas yoga di area pendaratan helikopter (helipad). Kelas yoga itu baru dibuka manajemen Grand Sahid Jaya Hotel, beberapa minggu sebelum bulan Ramadan. Setelah sempat rehat karena perayaan Idul Fitri, kelas ketiga berlangsung pada Minggu (7/8) pagi. Sejak sebelum pukul 06.00, mudamudi Jakarta sudah datang ke helipad yang terletak di puncak gedung berlantai 21 itu.

Pemandangan ketinggian Jakarta hari itu, dengan langit yang belum sepenuhnya terang, cukup memesona. Hal itu tidak disia-siakan ke-27 peserta yang sebagian besar perempuan tersebut. Mereka langsung beraksi menggunakan kamera masing-masing. Semangat peserta terus bertahan saat kelas berlangsung. Suasana berbeda dari ruang terbuka di antara pencakar langit di wilayah Sudirman, Jakarta, plus angin yang terasa sejuk memang seperti menambah adrenalin. Salah satu yang tampak bersemangat ialah Syarifah.

"Awalnya tahu dari media sosial. Karena penasaran, saya enggak ragu langsung mendaftar ke pihak hotel. Saya rela bangun subuh untuk ini," tutur Syarifah kepada Media Indonesia. Seusai kelas yang berlangsung 1 jam itu, Syarifah mengaku puas. Tidak saja karena manfaat kesehatan, tetapi lebih pada karena pengalaman yoga dengan suasana yang begitu menarik. "Kalau masalah kesehatan sudah tidak perlu ditanya lagi. Apalagi ditambah dengan suasana yoga yang seperti ini, pagi hari dan di tempat yang tinggi, udaranya begitu segar. Konsep seperti ini sangat jarang bahkan tidak ada," tutur perempuan berusia 32 tahun itu.

Karena olahraga gaya hidup

Perasaan puas juga tergambar di wajah Eric Loofi s. Pria berusia 34 tahun itu mengaku awalnya bingung membayangkan akan berlangsungnya kelas yoga itu. Untuk menjawab penasaran itu pun, ia langsung setuju ketika diajak teman bergabung. Bagi Eric, konsep yoga yang berbeda memang perlu terus dibuat. Olah tubuh dan mental yang berasal dari India itu sudah menjadi gaya hidup kaum urban. Tanpa inovasi, kelas-kelas yoga bisa kehilangan peminat.

"Saya pikir yoga sudah seperti gaya hidup untuk kaum urban. Jadi memang harus banyak muncul konsep-konsep yoga yang baru. Ini seru, apalagi bisa foto-foto latarnya gedung-gedung di Sudirman," tuturnya. Daya tarik suasana memang yang tampak juga menjadi andalan kelas itu. Instruktur yoga helipad, Torik Sanad, mengaku soal gerak an tidak berbeda dengan kelas umumnya.

"Untuk gerakan memang sama karena pada umumnya gerakan yoga itu sama. Hanya, saya menambahkan gerakan partner yoga yang dilakukan dua atau tiga orang," tutur Torik. Menurutnya, gerakan partner yoga itu sangat bermanfaat untuk melatih konsentrasi dan kerja sama setiap individu. Selain itu, tambahan gerakan yang diberikan Torik kepada para peserta ialah sun salutation untuk proses pemanasan. Gerakan itu merupakan latihan peregangan yang dinamis yang mengombinasikan gerakan dan pernapasan.

"Berhubung kelas ini berlangsung pagi hari dan di atas gedung dengan udara yang begitu fresh, jadi gerakan sun salutation ini sangat tepat sembari menikmati matahari terbit dan tentunya juga untuk melatih pernapasan pada tubuh," pungkas Torik. (M-3)

Komentar