Humaniora

Perbanas Buka Prodi Keuangan dan Perbankan Syariah

Ahad, 24 July 2016 23:17 WIB Penulis:

Istimewa

INDUSTRI keuangan syariah saat ini semakin berkembang dengan pesat baik nasional maupun global. Hal ini dapat dilihat dari semakin banyaknya institusi keuangan yang membuka unit syariah maupun memfasilitasi masyarakat untuk dapat bertransaksi secara syariah baik di sektor perbankan, asuransi, pasar modal, dan lain sebagainya.

Di Indonesia, perkembangan sektor perbankan syariah tumbuh cukup signifikan mencapai 38% setiap tahunnya, lebih tinggi daripada pertumbuhan perbankan secara global yaitu sebesar 10% per tahun. Kondisi ini tentunya membawa konsekuensi kebutuhan akan sumber daya manusia dengan kompetensi di bidang ekonomi syariah atau yang sering disebut dengan sumber daya insani sangat terus dibutuhkan di industri keuangan syariah.

Terbukanya pasar tunggal ASEAN 2015 (MEA) semakin menegaskan terbukanya peluang dan juga tantangan bagi sumber daya manusia dari Indonesia untuk dapat bersaing baik dengan tenaga kerja asing yang akan masuk ke Indonesia maupun kebutuhan akan tenaga kerja di berbagai sektor industri di negara-negara anggota ASEAN.

Tidak dimungkiri bahwa industri keuangan syariah nasional yang saat ini sedang berkembang pesat juga menghadapi berbagai tantangan dan masalah, salah satunya ialah kondisi ketika cukup banyak sumber daya insani yang memahami dan menguasai dengan baik operasional keuangan secara konvensional tetapi kurang kuat di sisi syariah, demikian pula sebaliknya.

Di sisi lain industri keuangan syariah menuntut pemenuhan akan kebutuhan sumber daya insani syariah secara massal. Hal ini dapat dimaklumi karena keterbatasan lulusan perguruan tinggi yang dibekali dengan ilmu ekonomi syariah secara komprehensif dan masih belum tersedianya perguruan tinggi yang mampu menyediakan pendidikan bidang ekonomi syariah yang memehuhi kompetensi dan kebutuhan pasar syariah.

Kondisi ini lah yang menjadi salah satu alasan dan urgensi Institut Keuangan Perbankan dan Informatika Asia Perbanas atau dikenal dengan Perbanas Institute sebagai perguruan tinggi yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Perbanas pada tahun akademik 2016/2017 ini membuka program studi S1 Keuangan dan Perbankan Syariah dengan diperolehnya izin dari Pemerintah dalam hal ini Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi dengan Surat Keputusan Nomor: 164/KPT/I/2015, bertanggal 7 Desember 2015.

Dalam rangka pembukaan program studi baru itu, Perbanas Institute menyelenggarakan seminar bertema 'Opportunities and Challenges for Human Capital in Global Syariah Finance'. Seminar ekonomi syariah menghadirkan pembicara utama Dr Muliawan D, Ketua Komisioner OJK, yang diwakili Achmad Buchori selaku Kepala Departemen Perbankan Syariah OJK.

Rektor Perbanas Institute Prof Dr Ir H Marsudi Wahyu Kisworo menyambut dengan baik pembukaan program studi baru tersebut.

"Prodi S1 Ekonomi Syariah Perbanas Institute memiilki keunggulan dan keunikan yang tidak dimiliki perguruan tinggi lainnya, yaitu satu-satunya yang fokus di bidang keuangan dan perbankan syariah dan didukung sepenuhnya oleh Perhimpunan Bank-bank Nasional (Perbanas), sehingga dengan demikian sangat dekat dengan sektor industri syariah, termasuk kurikulumnya yang update serta berhubungan dan cocok dengan kebutuhan industri syariah," katanya.

Dalam proses pembelajaran, kata Marsudi, Perbanas juga menyediakan fasilitas praktikum bank mini, dosen-dosen yang berasal dari praktisi dan profesional yang kompeten di bidang ekonomi syariah, serta menjamin lulusan yang siap pakai untuk memenuhi kebutuhan industri keuangan dan perbankan syariah. (RO/OL-5)

Komentar