Eksekutif

Membangun Industri di Angkasa Luar

Senin, 25 July 2016 03:01 WIB Penulis: Jessica Sihite

AP/Ted S. Warren, File

KARENA terinspirasi oleh film Star Trek dan Star Wars serta kepeduliannya terhadap lingkungan hidup, sang pendiri sekaligus CEO of Amazon, perusahaan e-commerce terbesar dunia, Jeff Bezos, punya impian besar nan unik.

Impiannya membangun industri di angkasa luar.

Industri berat dipindahkan ke planet di luar bumi dan bumi hanya untuk tempat tinggal bagi manusia dan industri kecil.

Siapa yang tidak heran dengan impiannya itu?

Seperti dilansir dari situs Fortune, Bezos sampai menghabiskan beberapa menit untuk mengungkapkan impiannya tentang mengembangkan industri di angkasa luar ketika ia berbicara dalam forum Code Conference di Rancho Palos Verdes, California, awal Juni silam.

Menurut dia, manusia harus memindahkan peralatan-peralatan industri berat dari bumi ke angkasa luar, tempat yang dianggapnya tidak pernah kehabisan energi.

Sementara itu, bumi sudah semestinya hanya digunakan sebagai tempat tinggal, tempat manusia menjalani kehidupan dengan damai.

"Kita sebenarnya bisa membangun pabrik cip raksasa di angkasa luar dan hanya mengirim potongan kecilnya ke sini (bumi). Kita tidak harus membangun pabrik di sini," kata Bezos dalam sesi forum yang dimoderatori editor Recode, Walt Mossberg.

"Kita akan dan harus menetap di Mars karena itu keren," imbuhnya sambil tertawa.

Impian Bezos itu lahir ketika ia berusia lima tahun.

Saat itu dia sudah tertarik dengan dunia antariksa dan roket.

Itu, ujar Bezos, passion (gairah)-nya.

Menurut dia, bukan seseorang yang mesti memilih passion-nya, melainkan passion yang memilih seseorang.

Passion terhadap antariksa pun memilih seorang Bezos, empunya sebuah surat kabar terkenal di Amerika Serikat, Washington Post, dan juga pengukir tonggak sejarah bagi e-commerce.

Dinamika

Selama beberapa dekade, kata Bezos, industri tekonologi luar angkasa telah kehilangan dinamika yang ada pada industri perangkat lunak.

Dia mengatakan pengembangan teknologi antariksa mengalami periode sibuk pada 1970-an.

Namun, apa yang terjadi setelahnya?

Statis kalau kata Bezos.

Industrinya, Amazon, pun sudah melepas semua perangkat-perangkat berat untuk mengeksiskan sistem-sistem yang dibuatnya, yakni pembayaran non tunai, jaringan pengiriman melalui rumah, dan peralatan telekonomunikasinya sudah dibuat untuk hal lain.

Tidak ada perusahaan start up yang punya modal untuk bisa membangun peralatan-peralatan besar.

Makanya, Bezos mau mencoba menyediakan industri pribadi di luar angkasa.

"Ketika itu ke luar angkasa, saya merasa tugas saya untuk membangun dengan kerja keras. Saya menggunakan sumber daya saya untuk memasukkan semua infrastruktur besar ke sana, sehingga nantinya generasi kita yang akan datang bisa menikmati tata surya yang menarik seperti yang dilihat di internet. Saya mau ribuan pengusaha melakukan hal-hal besar ini di luar angkasa," papar Bezos.

Keinginan itu bukan semata-mata demi mendulang kepamoran.

Bezos menilai Bumi mesti dilindungi dari segala bentuk perusakan. Konsekuensinya, potensi dunia antariksa perlu dikembangkan antariksa.

Dengan begitu, manusia tidak perlu hidup dengan mengirit energi, tidak perlu juga menahan pertumbuhan penduduk agar bisa hidup berkelanjutan di Bumi.

"Kami mau masyarakat terus berkembang di planet ini. Kami ingin tetap menggunakan lebih banyak energi per kapita," tegasnya. Dengan kata lain, dinamika.

Wisata Antariksa

Obsesinya pada dunia antariksa ternyata tidak main-main.

Pada 2000, ia memulai proyek Blue Origin, perusahaannya yang akan melayani wisata antariksa.

Di pintu masuk kantornya, dibuat bola dunia setinggi 30 kaki dan Bezos membangun tangga layaknya pesawat penerbangan untuk menuju ke lobi.

Nuansa film Star Trek dibuatnya di markas Blue Origin dengan juga membuat replika roket-roket, seperti roket Jule Verne.

Semuanya adalah koleksi Bezos.

Di sana, ia juga menempatkan pesawat New Shepard yang sedang dikembangkan Blue Origin untuk digunakan kembali.

Rencananya, layanan wisata antariksa akan dibukanya dengan pesawat itu pada 2017.

Dalam bayangan Bezoz, perusahaannya itu kelak tidak akan sekadar melayani turisme antarplanet.

Blue Origin juga akan membangun hotel, taman bermain, atau bahkan permukiman untuk koloni kecil, sekitar 2-3 juta orang, yang mengorbit kepada Bumi.

Dalam menyiapkan rencana spektakuler itu, Bezos tidak hanya duduk diam dan menyerahkan segala persiapannya kepada para karyawannya.

Dia sangat terlibat secara rutin dalam segala proses, baik kajian operasional, tinjau langsung pengembangan New Sheperd, dan kegiatan nonoperasional lainnya.

Tentu tidak sedikit biaya yang pasti dikeluarkan Bezos dalam bisnis antariksanya.

Namun, pria yang kini menginjak usia 52 tahun itu enggan menyebut biaya yang sudah dikeluarkannya untuk proyek Blue Origin.

Kantor Pohon

Perhatiannya pada lingkungan juga dilakukan Bezos di kantor Amazon terbarunya yang akan kelar dibangun pada 2018.

Kantor baru yang hanya berjarak 30 menit dari markas Amazon di pusat kota Seattle, AS, itu bakal dibuat layaknya kubah rumah pohon raksasa.

Ide itu pun ternyata tidak hanya dituangkan Bezos, tetapi oleh mayoritas pegawainya.

"Benih kecil itu akan menjadi bisnis besar perusahaan selanjutnya," kata empunya nama asli Jeffrey Preston Bezos tersebut.

Kantor itu, kata Bezos, bakal diisi lebih dari 300 spesies tanaman dari 30 negara.

Bahkan, tanaman karnivora pemakan serangga, yakni philodendrons juga akan diletakan di sana.

Kantor tersebut kelak dapat digunakan oleh seluruh pekerjanya untuk sekadar istirahat, berdiskusi, bersantai, dan mencari ide.

Bezos yang merintis pendirian Amazon dari garasi rumahnya pada 1994 itu meyakini, kantor yang dibuat dengan konsep natural dan alam akan mengangkat kinerja dan mengurangi stres para pegawai.

(NYTimes/E-2)

-------------------------------------

BIODATA

Nama:

Jeffrey Preston Bezos

Jabatan:

Founder, Chairman & CEO Amazon.com

Tempat/Tgl lahir:

Albuquerque, New Mexico, 12 Januari 1964

Pendidikan:

1986 Sarjana Ilmu Komputer, Universitas Princeton, AS

1986 Sarjana Tehnik Elektro, Universitas Princeton, AS

Komentar