Eksekutif

Menomorsatukan Tanggung Jawab

Senin, 18 July 2016 04:11 WIB Penulis: Andhika Prasetyo

Dok. Alexandra Palt

DALAM dunia bisnis, sisi gelap tak jarang menyelimuti para pelakunya untuk melakukan hal-hal yang melebihi batas.

Dampak sosial dan lingkungan kadang dikesampingkan hanya demi mendapatkan keuntungan besar.

Namun, hal itu tidak dilakukan Alexandra Palt.

Perempuan yang kini menjabat sebagai Chief Sustainability Officer L'oreal itu tidak ingin menutup mata terhadap apa yang terjadi di sekitarnya, sementara perusahaan yang digawanginya terus mengumpulkan pundi-pundi dari seluruh penjuru dunia.

Tak bisa dimungkiri, L'oreal, perusahaan raksasa asal Prancis yang bergerak di bidang kecantikan, memiliki keterikatan yang sangat kuat dengan alam karena sebagian besar bahan baku yang digunakan untuk menciptakan produk-produk perawatan tubuh dan kecantikan berasal dari minyak kelapa sawit.

Sementara itu, dalam beberapa waktu terakhir, kampanye antikelapa sawit banyak dilakukan beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) negara Eropa.

Mereka menyebutkan, produksi kelapa sawit memberikan dampak negatif bagi lingkungan.

"Dari situ kami ingin membuktikan bahwa anggapan itu tidak benar," ucap Palt saat melakukan sambungan langsung dari Paris, Prancis, akhir Juni 2016.

Menurut dia, sejak 2007, L'oreal menggencarkan kampanye produksi kelapa sawit berkelanjutan demi menjaga kelestarian lingkungan.

Dengan melibatkan berbagai pihak, seperti konsultan perusahaan, para ahli, LSM, dan peneliti, L'oreal melakukan penelitian, investigasi, pengumpulan data, dan pemetaan lingkungan serta risiko sosial untuk memastikan bahan baku yang mereka gunakan tidak memberikan dampak buruk bagi alam.

"Kami melakukan pemetaan dan pelacakan terhadap sumber bahan baku yang kami gunakan. Kami lacak hingga tahap awal, yakni penanaman karena jika kami tahu dari mana asal bahan bakunya, kami bisa pertanggungjawabkan semuanya," tutur Palt.

Kontribusi Indonesia

Hingga 2015, perempuan asal Austria itu mengatakan perusahaannya telah berhasil melacak kembali 80% bahan baku hingga di tingkat pengilangan dan 50% di tingkat pengolahan.

"Komitmen kami, pada 2020, kami sudah akan berhasil melacak di seluruh tingkat hingga 100%."

Jika pelacakan bisa tercapai 100%, lanjutnya, produksi kelapa sawit yang berkelanjutan dan ramah lingkungan akan dengan mudah dilakukan.

"Kami ingin menghapus segala macam tindakan ilegal dalam produksi kelapa sawit. Tidak ada lagi penebangan hutan atau perusakan lingkungan untuk membuka lahan."

Jika masalah kelapa sawit dibicarakan, satu hal yang tidak bisa dikesampingkan ialah keberadaan Indonesia.

Pada 2015, Indonesia merupakan produsen minyak sawit terbesar di dunia dengan jumlah produksi mencapai 31 juta ton.

Begitu pun untuk L'oreal, Indonesia, bersama Malaysia, merupakan penyumbang bahan baku terbesar untuk perusahaan yang berbasis di Prancis itu.

"Sebanyak 97% minyak sawit kami berasal dari Indonesia dan Malaysia. Untuk itu, kami juga berkomitmen membantu para petani untuk memastikan mereka tidak perlu merusak lingkungan untuk bisa memproduksi kelapa sawit," papar Palt.

"Dengan dukungan yang luar biasa dari tim di Indonesia, saya optimistis bisa mencapai semuanya dan mempertanggungjawabkan semuanya."

Cinta dan tanggung jawab

Tanggung jawab memang menjadi kata yang sering kali diucapkan Alexandra.

Baginya, hal itu sifat paling mendasar yang harus dimiliki setiap manusia.

Lalu, apa yang harus seseorang lakukan agar dapat mengemban tanggung jawab dengan baik?

Palt memiliki satu kiat sederhana, yakni cinta.

Jika seseorang mencintai pekerjaannya, perempuan berambut pendek itu mengatakan, ia pasti dapat melakukan tanggung jawab dengan baik.

Rasa tanggung jawab yang melekat pada diri Palt juga diimplementasikan saat ia berada di rumah.

Dia pun meletakkan statusnya sebagai seorang chief sustainability officer saat bersama keluarga.

"Saya sangat mencintai keluarga saya. Saya memiliki dua anak yang masih berusia empat dan lima tahun serta dua anak tiri yang sudah beranjak remaja, 14 dan 17 tahun. Saya punya keluarga yang besar," kisahnya.

Ia mengaku harus bangun pukul 06.00 setiap hari untuk mengurus keluarga dan mengerjakan urusan kantor setelah itu.

"Saya orang yang sangat sibuk, sangat lelah, tapi saya bahagia melakukannya, terlebih dengan keluarga. Itu prioritas utama," tutur Palt dengan nada mantap.

Untuk dapat memegang kendali kedua hal utama dalam hidupnya itu, Palt selalu menjaga kesehatan yang menjadi satu poin lain yang wajib diterapkan.

"Saya harus fit untuk menyeimbangkan keluarga dan pekerjaan."

Olahraga pun menjadi hal yang tidak bisa ditinggalkan.

"Empat kali dalam seminggu. Yoga, berenang, lari, apa saja," paparnya.

Bahkan, saat remaja, Palt kerap berkecimpung dalam olahraga-olahraga ekstrem, seperti ski dan mendaki.

"Saya cinta olahraga," imbuhnya singkat.

"Itu memang hal yang harus dilakukan untuk tetap dinamis. Untuk menjadi cerdas, kita harus punya banyak hal untuk dicintai," tegas Palt saat mengakhiri obrolan jarak jauh, siang itu.

(E-1)

---------------------------

BIODATA

Alexandra Palt

Pendidikan:

1992-1998 University of Vienna

2008-2009 University of Cambridge

Riwayat Pekerjaan:

2003-2006 Responsable Departement Diversite IMS-Entreprendre pour la cite

2006-2008 VP Promotion of Equal Opportunities HALDE

2008-2012 Founder and General Manager Fabric of Society

2012- Chief Sustainability Officer L'Oreal

Komentar