Ramadan

Hidup Berdampingan sejak sebelum 1950

Selasa, 5 July 2016 05:11 WIB Penulis: WJ/H-2

ANTARA/Ahmad Subaidi

DUA bangunan tempat ibadah ini berdiri berdampingan anggun di Kampung Joyodiningrat, Kelurahan Kratonan, Kecamatan Serengan, Kota Solo.

Di sebelah selatan terdapat Gereja Kristen Jawa (GKJ) Joyodiningrat yang berdiri sejak 1939, sedangkan di sisi utara ada Masjid Al Hikmah yang berdiri sejak 1947.

Sejak puluhan tahun silam, umat kedua tempat ibadah yang ada di Jalan Gatot Subroto dengan nomor sama, yakni 222, itu selalu berdampingan dengan harmonis, indah, dan damai.

"Suara azan yang terdengar saat gereja sedang melaksanakan kebaktian ialah hal biasa. Pada perayaan Natal, kami bersama Banser atau pemuda masjid ikut mengamankan kebaktian, juga menjadi pemandangan biasa," ujar Triyadi, seorang pengurus Masjid Al Hikmah, kemarin.

Tidak pernah ada yang diributkan di antara dua umat berbeda agama itu walau pemimpin gereja dan pengurus masjid berganti-ganti.

Dua tempat itu tetap eksis, berdiri tegak, hidup penuh harmonis, rukun, dan damai.

Pernah ada orang yang mencoba memprovokasi, tapi tidak mempan karena latar belakang dan sejarah hubungan keduanya sudah terjalin lama sekali dan menjadi penangkal yang sangat kuat.

"Seperti saat Idul Fitri jatuh pada Minggu, maka khusus kebaktian pukul 06.30 pun digeser, karena di depan kami dipergunakan untuk salat id. Pendeta mendatangi undangan halalbihalal juga merupakan hal biasa," imbuhnya lagi.

Bentuk kerukunan yang terlihat nyata ialah tatkala kedua umat beda agama itu bahu-membahu membantu korban gempa Yogyakarta pada 2006.

Saat itu jemaah masjid sedang menggelar bakti sosial untuk korban gempa.

Umat gereja dan tetangga ikut memberikan bantuan.

"Ya itu kerja sosial nyata dan menjadi kenangan indah," kenang Akhmad.

Menurut para tetua kampung, kerukunan umat Masjid Al Hikmah dan GKJ Joyodiningrat disimbolkan dengan tugu berbentuk lilin, yang ada persis di antara tembok gereja dan masjid.

Sepertinya, tugu lilin itu menjadi komitmen bersama antardua umat untuk saling menjaga keharmonian dan kerukunan.

"Yang jelas kami saling koordinasi dan suka saling bantu," tutur Joko Setyanto, warga kampung Joyodiningrat.

Komentar