Ramadan

Yang Alami Tetap Diburu

Selasa, 5 July 2016 05:01 WIB Penulis: Nic/J-3

MI/Ramdani

KENDATI bungkus ketupat versi instan yang terbuat dari plastik membanjiri pasar, masyarakat lebih memilih ketupat dari daun kelapa yang alami.

Hal itu disampaikan Ratib, 56, salah seorang pedagang kulit ketupat alami di kawasan Palmerah, Jakarta Barat.

Ia sudah 16 tahun berjualan daun ketupat di kawasan itu.

Menganyam daun kelapa hingga berbentuk ketupat, bagi Ratib, merupakan pekerjaan yang sangat mudah.

Bermodal dua lembar daun kelapa, ia bisa membuat ketupat dalam waktu tak sampai 30 detik.

Tangannya cekatan menganyam, meski matanya tak menatap langsung daun kelapa yang sedang ia anyam.

Tak mengherankan jika dalam sehari ia dan seorang pegawainya bisa saja menghasilkan 2.000 bungkus ketupat.

Untuk bahan baku, Ratib mendatangkannya dari Melimping, Banten, sebab di Jakarta sudah jarang pohon kelapa.

Satu bungkus ketupat dibanderol Rp500.

Harganya akan naik menjelang hari Lebaran.

Pada H-1, harganya bisa menjadi Rp1.000 per bungkus.

Bahkan, bisa menembus Rp2.000.

Meski kini muncul ketupat instan, Ratib mengaku tak mengkawatirkannya, sebab ia yakin ketupat instan tak akan bisa menandingi kelezatan ketupat alami atau tradisional.

Hal itu diakui Suryani, 40, konsumen Ratib yang membeli hingga 50 bungkus ketupat.

Ketupat tersebut sebagian akan ia gunakan untuk konsumsi keluarganya saat Lebaran.

Sisanya ia berikan kepada para tetangga. Ia sengaja membeli bungkus daun ketupat sejak lima hari sebelum Lebaran, sebab harganya masih stabil.

"Kalau beli pas H-1 harganya naik, lagipula ini daun ketupatnya tahan kok sampai seminggu lebih. Rasanya pasti enak dengan daun kelapa," jelasnya.

Atik, 35, seorang ibu rumah tangga di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, mengaku lebih memilih ketupat alami.

Selain citarasanya lebih enak, biaya membuat ketupat sendiri pun tak mahal, sebab daun pembungkus ketupat banyak ditemui di kawasan Pasar Palmerah.

Harganya pun tak mahal, berkisar Rp500 hingga Rp1.000 per bungkus.

"Berasnya pun kan enggak banyak, cuma sepertiga dari daun pembungkusnya," kata Atik.

Komentar