Ramadan

Jemput Berkah saat Lailatulkadar

Senin, 4 July 2016 04:41 WIB Penulis: Abdus Syukur

ANTARA/Prasetia Fauzani

Malam yang lebih baik daripada 1.000 bulan itu turun pada akhir-akhir Ramadan. Ada 1 malam di antara 10 hari terakhir Ramadan yang merupakan lailatulkadar.

IDUL Fitri kurang tiga hari lagi. Namun, itu tidak menyurutkan semangat ribuan jemaah untuk mendapatkan berkah dari lailatulkadar di penghujung Ramadan.

Itu tampak dari antusiasme ribuan jemaah di Pondok Pesantren Ngalah Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Mereka memanfaatkan sisa waktu pada Ramadan untuk beribadah dengan menggelar salat pada malam itu. Mereka tetap berkeyakinan, malam yang lebih baik daripada 1.000 bulan itu turun di penghujung Ramadan.

Para jemaah datang dari berbagai daerah di sekitar Pasuruan, seperti Surabaya, Sidoarjo, Malang, dan Mojokerto.

Mereka akan menjalankan salat lailatulkadar yang dimulai pukul 00.00 dan berakhir dini hari menjelang sahur.

“Saya dari Malang dan salat lailatulkadar ini sudah menjadi tradisi bertahun-tahun. Saya mengikuti tradisi ini sejak menjadi santri di Pontren Ngalah Purwosari ini, belasan tahun yang lalu. Niatannya semata-mata untuk mendapatkan berkah lailatulkadar yang saya yakini turun pada malam-malam di penghujung Ramadan,” kata Risqi Syaifullah, salah seorang jemaah.

Sejam sebelum salat lailatulkadar digelar, para jemaah sudah mulai berdatangan dan mencari tempat di saf terdepan. Namun, karena jemaah yang hadir mencapai ribuan orang, mereka memenuhi berbagai sudut Pontren Ngalah Purwosari itu, mulai halaman hingga teras asrama, untuk salat lailatulkadar berjemaah.

“Setiap tahun saya mengikuti tradisi jemaah salat lailatulkadar ini. Karena saya merasakan hati ini tenteram bisa mendekatkan diri kepada Allah SWT, terutama di saat-saat penghujung Ramadan. Perjalanan hidup hingga setahun berikutnya terasa nyaman dan tidak mudah terjebak kerumitan dunia,’’ ujar Arie Suprayogi, asal Tejowangi, Purwodadi, Pasuruan.

Anak-anak hingga dewasa

Kemarin, tak kurang dari 500 orang setiap malam mengikuti iktikaf di Masjid Jabal Rahmah yang berada di kompleks PT Semen Padang.

Mulai anak-anak, remaja, hingga orang dewasa menghabiskan malam dengan beribadah, membaca Alquran, berzikir, dan melaksanakan salat tahajud guna mencari peluang untuk mendapatkan lailatulkadar.

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, juga turut beriktikaf di masjid itu, saat memasuki 10 hari terakhir Ramadan, dan berbaur dengan jemaah lainnya.

Iktikaf merupakan aktivitas berdiam diri di dalam masjid yang diisi dengan kegiatan berzikir, membaca Alquran, dan ibadah lainnya.

Rangkaian kegiatan iktikaf dimulai setelah salat tarawih sekitar pukul 21.00 WIB. Acara di masjid itu ialah ceramah yang dilanjutkan tadarus Alquran secara mandiri.

Tepat pukul 03.00 WIB, jemaah dibangunkan untuk mengikuti qiyamullail atau salat malam yang dipimpin seorang imam. (Ant/H-2)

abdussyukur@mediaindonesia.com

Komentar