Eksplorasi

Menara Kaca untuk Pelestarian Karang Bawah Laut

Sabtu, 25 June 2016 05:40 WIB Penulis: (Dailymail/*/L-2)

SEMAKIN terancamnya kelangsungan hidup karang menjadi inspirasi untuk menciptakan desain teknologi pelestarian karang yang bermasalah dalam bentuk menara terendam. Teknologi yang berwujud seperti menara pencakar langit di bawah air itu diciptakan dua arsitek asal Malaysia, yaitu Jethro Koi dan Quah Zheng Wei. Teknologi tersebut diberi nama Aquarim Trinity. Menara kaca di bawah air tersebut didesain dengan tujuan untuk melestarikan dan memulihkan terumbu karang yang bermasalah menuju kehidupan mereka yang sebenarnya. Lingkungan terumbu karang merupakan ekosistem kompleks yang mendukung dan bergantung pada jutaan spesies ikan, invertebrata, serta unsur kehidupan laut lainnya. Ketika lingkungan hidup mereka terganggu, terumbu akan mengalami pemutihan dan rentan terhadap penyakit serta kematian.

Konsep desain Aquarim Trinity menggabungkan tiga pilar, yaitu deployer inti, laboratorium penelitian akuarim, serta stasiun panas bumi dalam sistem kerjanya. Deployer inti berfungsi untuk mentransfer karang yang telah diperbanyak ke daerah terumbu karang untuk proses peremajaan. Laboratorium penelitian akuarim berfungsi sebagai tempat untuk memantau dan mengadakan penelitian untuk perbanyakan karang di bawah laut. Laboratorium tersebut didesain berbentuk piringan yang dapat digerakkan naik turun pada inti menara tersebut untuk meminimalkan dampak manusia di bawah laut.

Stasiun panas bumi merupakan sumber daya listrik untuk segala kegiatan pemulihan karang di bawah laut. Stasiun tersebut juga berguna ketika daya pada menara itu dirasa kurang dengan memompakan panas bumi sehingga kegiatan di menara kaca tersebut dapat berjalan. Ketika sudah datang waktunya untuk pendistribusian karang menuju rumah baru, isi menara tersebut akan diluncurkan dari dalam dan bersiap menuju tempat baru untuk mendistribusikan karang-karang tersebut.

Meskipun desain menara itu telah diciptakan, belum bisa diketahui dampak teknologi tersebut terhadap karang. Setidaknya itu memastikan karang hidup karena menerima cukup nutrisi, cahaya, dan panas. Tahun ini, ahli biologi kelautan dan lingkungan telah melaporkan melihat peristiwa pemutihan karang yang belum pernah terjadi sebelumnya di habitat karang di seluruh dunia, terutama di Great Barrier Reef di Australia.

Di lokasi tersebut, lebih dari setengah dari keseluruhan karang telah mengalami pemutihan yang menyebabkan mereka lebih rentan terhadap penyakit dan kematian. Pada bulan ini, para ahli dari seluruh dunia mengadakan pertemuan untuk membahas dampak perubahan iklim terhadap kelangsungan hidup terumbu karang. Pertemuan itu juga memprediksi peristiwa pemutihan yang terjadi saat ini diperkirakan akan berlangsung sampai 2016.

Komentar