Jendela Buku

Menemukan Tuhan dalam Secangkir Kopi

Ahad, 19 June 2016 00:40 WIB Penulis: Gantyo Koespradono/ M-2

"MANUSIA itu kadang-kadang suka memperlakukan Tuhan seperti pem bantu yang bisa disuruhsuruh. Dia yang punya keinginan, Tuhan yang kerepot an." Itulah sebagian kalimat renungan yang ditulis Denny Siregar, penggiat media sosial, dalam buku yang baru diluncurkan pekan ini, Tuhan dalam Secangkir Kopi. Denny ialah penggiat media sosial dan statusnya di Facebook--kadang pendek, kadang pan jang digemari para ko hornya yang jumlahnya puluhan ribu.

"Saya hanya menjawab pertanyaan Facebook, apa yang sedang Anda pikirkan," katanya saat peluncuran bu kunya di Jakar ta, Kamis (16/6). Pikiran-pi kiran Denny tentang Tuhan dan agama, khu susnya Islam, itulah yang dituangkan di dalam buku setebal 200 halaman tersebut. Di dalam buku itu, lewat tulisantulisan lepasnya, Denny lebih banyak menyoroti dan mengkritik cara umat beragama, terutama Islam, dalam berhubungan, memperlakukan dan berkomunikasi dengan Tuhan. Dalam bab berjudul 'Bahagia', misalnya, Denny cuma menulis seperti ini, 'Tuhan, kenapa aku tidak bahagia?'

"Karena ka mu mengukur bahagia menurut ukuranmu dan ukur an orang lain. Kamu tidak pernah mengukur bahagia me nurut ukuran-Ku." 'Kamu menciptakan neraka dalam akalmu sendiri, sedangkan Aku memberikan surga. Teruslah mengeluh dan peliharalah neraka dalam akalmu sepuasmu'. (halaman 101). Denny yang gemar minum kopi itu rupanya menemukan Tuhan dalam cangkir kopinya, dan membagibagikan kenikmatan kopinya kepada banyak orang tanpa sekat agama.

Komentar