Polkam dan HAM

KPK Kembali Periksa Sekretaris MA, Jumat Keramat bagi Nurhadi?

Jum'at, 10 June 2016 11:48 WIB Penulis: Arga Sumantri/ MTVN

ANTARA

PENGUSUTAN kasus dugaan suap peninjauan kembali (PK) Pengadilan Negeri Jakarta Pusat masih terus berlanjut. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini menjadwalkan kembali pemeriksa Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi.

"Dia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka DAS (Doddi Ariyanto Supeno)," ujar Pelaksana Harian Kepala Biro Hubungan Masyarakat KPK, Yuyuk Andriati, Jumat (10/6)

Ini merupakan kali keempat Nurhadi diperiksa pada kasus tersebut. Apakah hari ini akan menjadi Jumat keramat bagi Nurhadi?

Pemeriksaan sebelumnya, Nurhadi selalu irit bicara. Dia bahkan membantah terlibat dalam perkara suap ini.

KPK telah mencegah Nurhadi berpergian ke luar negeri dalam kurun waktu enam bulan ke depan. Ruangan Nurhadi di Kantor di MA dan kediamannya telah digeledah KPK. Dari penggeledahan itu, ditemukan uang sebesar Rp1,7 miliar.

Diketahui, dalam kasus dugaan suap pendaftaran perkara PK pada PN Jakpus ini, KPK sudah menetapkan dua tersangka. Mereka yakni Panitera/Sekretaris PN Jakarta Pusat, Edy Nasution dan Direktur PT Kreasi Dunia Keluarga, Doddy Ariyanto Supeno.

Edy diduga dijanjikan uang hingga Rp 500 juta oleh Doddy. Pada saat ditangkap tangan, KPK menemukan uang Rp 50 juta yang diduga sebagai suap. Namun pada perkembangannya, KPK menemukan indikasi ada penerimaan lain oleh Edy sebesar Rp 100 juta dari Doddy.

KPK menduga ada beberapa pihak yang turut terlibat. Itu nampak dari mereka yang sudah dicegah ke luar negeri. Beberapa orang yang dicekal yakni Sekretaris MA Nurhadi, soopir sekaligus ajudan Nurhadi yaitu Royani, dan Chairman PT Paramount Enterprise International Eddy Sindoro.(X-11)

Komentar