Megapolitan

Berdalih untuk Perpisahan, Honor Dipotong 50%

Sabtu, 28 May 2016 08:45 WIB Penulis: Gana Buana/J-2

ANTARA FOTO/Lucky R

BAYANGAN R menerima honor awal Rp400 ribu sebagai petugas pencacah lapangan (PCL) Badan Pusat Statistik (BPS) di RW 26, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, tak kesampaian, sebab saat mengambil haknya itu pada pekan lalu, koordinator lapangan (korlap) penyalur honor dari BPS Kota Bekasi hanya memberinya dua lembar uang pecahan Rp100 ribu.

Tentu saja hal itu membuatnya dongkol. Bagaimana tidak, honor awal itu dipotong sebesar 50% oleh sang korlap dengan alasan untuk biaya perpisahan PCL dan petugas pemeriksa lapangan (PML) Kelurahan Margahayu, setelah tugas selesai, Juni mendatang. Apalagi, rencana itu tidak pernah dibicarakan apalagi mendapat persetujuan dari para PCL dan PML di kelurahan tersebut yang berjumlah 139 orang.

“Seharusnya, honor operasional diberikan Rp400 ribu. Tapi saat diambil, ternyata yang diberikan hanya Rp200 ribu,” kata R dengan nada kesal, kemarin.

Ia menuturkan, sejak awal Mei, ia bergabung bersama BPS dalam proyek sensus ekonomi sebagai PCL di RW 26, Kelurahan Margahayu. Bersama 139 orang PCL dan PML lainnya, ia dikontrak untuk bekerja mulai 1 hingga 31 Mei mendatang dengan honor Rp2,8 juta. Namun, setiap petugas dibekali honor operasional sebesar Rp400 ribu yang dibayar di awal, sedangkan sisanya Rp2,4 juta lagi akan diberikan setelah pekerjaan selesai.

“Sisanya akan ditransfer ke rekening setiap petugas PCL dan PML setelah pekerjaan selesai pada 4 Juni mendatang,” katanya. Namun apa daya, ketika honor operasional itu diambil di petugas korlap, ternyata yang diberikan kepada para PCL dan PML cuma Rp200 ribu.

Menurut R, bila dikalkulasikan, jumlah potongan yang diambil korlap Kelurahan Margahayu sebesar Rp28 juta, sebab jumlah total petugas sensus di kelurahan itu 140 orang.

“Saya tidak rela honor saya dipotong tanpa musyawarah dan peruntukan yang jelas. Mau bikin acara perpisahan kayak apa juga enggak ada PCL dan PML yang tahu. Lagi pula pemotongan seperti ini cuma terjadi di Kelurahan Margahayu. Di kelurahan lain enggak ada,” kata R lagi.

Kepala BPS Kota Bekasi Slamet Waluyo, saat dimintai konfirmasi, menyatakan tidak pernah memotong honor tenaga PCL dan PML sensus ekonomi di kota itu. Uang muka honor sebesar Rp400 ribu untuk mereka sudah diserahkan secara tunai melalui korlap setempat.

Ia juga berjanji akan menyelidiki kasus tersebut dengan memanggil korlap dan koordinator sensus kecamatan untuk klarifikasi. “Bila terbukti melakukan pemotongan, (pelaku) akan kami jatuhi sanksi tegas dan honor yang dipotong harus dikembalikan ke petugas,” ujarnya.

Namun, tambah Slamet, bila pemotongan honor terjadi berdasarkan kesepakatan sesama PCL dan PML, pihaknya tidak mau berurusan. (Gana Buana/J-2)

Komentar