MI Gaya

Sensasi Kasur Pasir Sumenep

Rabu, 24 February 2016 08:53 WIB Penulis: Hidayaturrahman/Metrotv

Seorang bapak dan dua anaknya, tidur di atas kasur pasir, -- ANTARA FOTO/Saiful Bahri

TIDUR di atas ranjang dalam kamar sudah biasa. Apa jadinya kalau satu keluarga tidur di atas pasir di dalam kamar? Itulah salah satu kebiasaan masyarakat di Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Tradisi tidur di atas pasir terawat dengan baik di daerah pesisir utara Sumenep. Warga biasa mengusir lelah dengan tidur di atas tumpukan pasir yang ada di setiap kamar.

Menggunakan kasur pasir itu sudah menjadi tradisi turun-temurun. Percaya atau tidak, tidur di atas kasur pasir dipercaya warga setempat bisa menyembuhkan berbagai penyakit.

Kebiasaan warga untuk tidur dan beraktivitas di atas pasir berada di tiga desa, yaitu Desa Dapenda, Desa Leggung Timur, dan Desa Leggung Barat, Kecamatan Batang-batang, Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Di setiap kamar maupun di ruang istirahat di tiga desa itu pasti didapati tumpukan pasir yang dijadikan tempat tidur. Sekalipun di kamar ada tempat tidur, seperti pada umumnya, mereka nyaris tidak pernah menggunakannya. Mereka tetap memilih tidur di atas kasur dari pasir.

Tidak hanya di dalam kamar ditemukan tumpukan pasir. Sebagian halaman rumah juga terdapat pasir sebagai tempat bermain anak-anak, termasuk di dapur tempat memasak juga menggunakan alas pasir.

Warga tiga desa yang mayoritas sebagai nelayan, sebagian lainnya pedagang dan bertani, menganggap pasir memberi manfaat besar berupa kesehatan bagi tubuh.

Mereka juga menganggap tidur di atas pasir bisa lebih nyenyak dibandingkan dengan kasur kapuk maupun spring bed yang harganya jutaan rupiah.

Pasir yang diambil dari sekitar pantai Lombang itu tidak lengket di kulit atau tubuh meski kulit dalam keadaan basah. Butiran pasir tersebut memiliki kristal pasir yang sangat halus, bersih mengkilap, dan memiliki warna putih gading.

Warga yang memanfaatkan pasir sebagai tempat tidur atau istirahat bukan hanya mereka yang kelas ekonomi menengah ke bawah, melainkan warga yang sudah mempunyai kemampuan lebih, masih tetap tidur di atas pasir.

Menurut warga, tidur di atas kasur pasir banyak manfaatnya. Tubuh terasa lebih hangat apabila musim hujan. Tidur di atas kasur pasir juga bisa menyembuhkan penyakit seperti pegal-pegal, asam urat, dan berbagai jenis penyakit lainnya.

Salah seorang warga Desa Dapenda, Muhawi, mengaku tidur di atas pasir sejak ia dilahirkan. Saat lahir, dia dilahirkan di atas kasur pasir. Hingga saat ini, melahirkan di atas kasur pasir juga masih sering dilakukan warga setempat.

Perjalanan menuju kampung pasir harus ditempuh sekitar 45 menit berkendara dari pusat kota ke arah wisata pantai Lombang.

Warga setempat sangat terbuka dan ramah bila ada tamu yang ingin tahu soal kasur pasir. Mereka pun tidak segan-segan mengajak tamunya untuk mencoba dan merasakan nikmatnya kasur pasir tersebut. Mau coba? (X-2)

Komentar