Sepak Bola

Voter PSSI Jangan Silau dengan Uang

Senin, 6 April 2015 00:00 WIB Penulis: Sat/Ant/R-1

MI/PANCA SYURKANI

MANTAN pemain tim nasional dan anggota Komite Eksekutif PSSI Bob Hippy meminta seluruh voter yang akan memilih Ketua Umum PSSI 2015-2019 pada Kongres PSSI di Surabaya, 18-19 April, cermat dan tidak silau dengan iming-iming uang.

Ia mewanti-wanti voter untuk tidak sama sekali memilih ketua umum yang terlibat masalah hukum dan tidak mempunyai 'hati' dalam mengurus sepak bola.

"Kalau mau menjadi Ketua Umum PSSI, pertama harus mempunyai 'hati' sepak bola. Ia harus mencintai dan benar-benar suka dengan sepak bola. Jangan jabatan ketua umum atau petinggi di PSSI hanya dijadikan alat untuk mencari nama dan kedudukan. Pokoknya sepak bola jangan sampai diurus orang yang tidak tahu sepak bola," kata Bob.

Kendati demikian, Bob mengaku hanya bisa memberi saran kepada para voter.

Faktanya, segala keputusan berada di tangan anggota PSSI.

"Terserah sama pemilih. Apakah mereka mau terus begini? Yang pasti, pemimpin PSSI tidak melulu harus punya uang dan kekuatan, tetapi harus punya 'hati' dan komitmen dalam membina sepak bola. Ingat, tantangan PSSI ke depan sangat berat. Jadi Ketua Umum PSSI harus figur yang pintar dan tahu benar cara membina dan mengangkat prestasi sepak bola Indonesia. Tidak hanya ingin mendompleng nama saja."

Terkait dengan Kongres PSSI, mantan pengurus FIFA Dali Tahir meminta Kemenpora tidak membingungkan masyarakat soal usulan penundaan kongres.

Menurutnya, hal itu membuat dirinya yakin bahwa PSSI sedang diintervensi dan sepak bola Indonesia sedang diobok-obok kepentingan di luar sepak bola.

"Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI itu sudah ditetapkan anggota sejak lama, bahkan sepengetahuan FIFA. Jadi tidak bisa sembarangan menunda Kongres PSSI yang sudah ditetapkan. Ayolah pemerintah, yuk kita bangun sepak bola Indonesia ini dengan hati bersih," ujarnya.

Mengenai nama-nama calon ketua umum yang akan menjadi orang nomor satu di Indonesia, Dali mengaku banyak nama kompeten yang layak mengisi pos sebagai Ketua Umum PSSI.

Yang terpenting ialah ketua umum yang baru harus benar-benar murni ingin membangun sepak bola tanpa kepentingan apa pun apalagi kepentingan politik.

"Semoga di kepengurusan yang baru semua elemen pengurus bisa bekerja sama dengan baik," ujarnya.

Komentar