Humaniora

Uhamka Jalin Kerja Sama dengan Tiga Perguruan Tinggi Australia

Selasa, 13 February 2018 09:12 WIB Penulis: Syarief Oebaidillah

Ist

UNIVERSITAS Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka) menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi (PT) di Australia. Kesepakatan itu tertuang dalam nota kesepahaman (MoU) dengan Holmesglen Institute, Victoria Governs, dan Victoria University.

Adapun penandatangan MoU dipimpin langsung Rektor Uhamka, Prof Dr Suyatno, dengan ketiga kampus Australia tersebut saat kunjungan bersama Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (DiktiLitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Melbourne, Australia, pada 11-13 Februari 2018.

Melalui keterangan tertulis hari ini, Suyatno menjelaskan MoU dengan Holmesglen Institute dalam rangka kerja sama bidang studi vokasi di antaranya bidang Bahasa Inggris, kesehatan, dan teknik.

Ia menjelaskan bahwa Holmesglen Institute merupakan perguruan tinggi terbaik di negeri kanguru dalam bidang vokasi. Kerja sama ini mencakup program D1 hingga Magister.

Sedangkan MoU dengan Departemen Pendidikan Negara Bagian Victoria merupakan dukungan pemerintah Victoria agar dapat mengimplementasi kerja sama di bidang staf dan pertukaran mahasiswa serta studi lanjut.

Selanjutnya pada MoU dengan Victoria University, terjalin kerja sama di bidang program studi lanjut dosen, meliputi leadership training dan academic short course seperti penulisan dan publikasi.

Suyatno mengemukakan, Uhamka bersama kalangan di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah terus melakukan penguatan pembangunan kapasitas, kerja sama internasional atau internasionalisasi, meningkatkan kompetensi dan aktif dalam membangun daya saing bangsa.

Uhamka juga berupaya mengantisipasi masuknya perguruan tinggi asing ke Indonesia dengan banyak membangun kekuatan melalui sinergi dan kolaborasi, yang diwujudkan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi asing baik di kawasan Eropa, Amerika, Asia, dan ASEAN .

Terkait akan masuknya PT asing ke Indonesia, Suyatno yang juga Ketua Forum Rektor Indonesia memberi masukan kepada pemerintah khususnya Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi agar perlu melakukan kajian mendalam dan mencermati kembali Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi yang menjadi pintu masuk PT asing ke Indonesia.

Ia menyatakan FRI menekankan PT asing harus memperhatikan kondisi PT terutama kalangan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Indonesia agar tidak merugikan dan harus memberikan manfaat besar bagi Indonesia, walaupun hal ini menjadi konsekuensi logis dari Indonesia yang telah menandatangani berbagai kesepakatan internasional termasuk GAT , AFTA maupun MEA dan juga tantangan dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0. (RO/OL-2)

Komentar