Ekonomi

Sensus Penduduk 2020 Dipersiapkan

Rabu, 14 February 2018 14:50 WIB Penulis: Andhika prasetyo

ANTARA

BADAN Pusat Statistik mulai mempersiapkan hal-hal pendukung terkait pagelaran Sensus Penduduk 2020.

Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan pihaknya pada Juli mendatang akan melakukan Sensus Penduduk Mini di tingkat desa, kelurahan, dan kecamatan di tujuh provinsi di Indonesia sebagai upaya uji coba.

SP2020 merupakan sensus penduduk ke tujuh dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Sensus tersebut diharapkan akan menghasilkan data kependudukan yang lebih akurat dan teranyar. Yang paling penting, data tersebut akan menjadi acuan bagi pemerintah dalam pengambilan kebijakan dan perencanaan pembangunan nasional.

"Sesuai dengan arahan Presiden Jokowi bahwa kebijakan yang baik harus didukung dengan data yang akurat dan detail," ujar Suhariyanto di Jakarta, Rabu (14/2)

Hasil SP2020, lanjutnya, juga akan memberikan informasi penting sebagi bahan evaluasi atas capaian indikator-indikator Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.

"Hasil SP2020 menjadi sangat penting menjadi sumber informasi. Menjadi upaya visi besar pembangunan nasional. Informasi penting sebagai bahan evaluasi pencapaian di Indonesia," tandasnya.

Adapun, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengungkapkan sensus penduduk merupakan satu ritual yang sangat penting untuk menyempurnakan perencanaan pembangunan.

Berbeda dengan data kependudukan dari Direktorat Kependudukan dan Pencatatan Sipil Dalam Negeri yang bersifat administratif, sensus penduduk akan menyediakan data yang lebih akurat dan faktual.

"Kalau Dukcapil, yang dihitung itu jumlah penduduk secara administratif. Belum tentu penduduknya ada di situ. Itu menyulitkan mami di perencanaan. Akan sulit kalau bikin perencanaan didasarkan pada penduduk? administratif. Misalnya kita harus melayani satu juta orang, ternyata yang tinggal di sana hanya 800 ribu orang, itu kan beda. Anggaran untuk 200 ribu orang terbuang. Jadi perlu SP untuk memperbaiki akurasi data penduduk dari Dukcapil," papar Bambang. (OL-6)

Komentar