Polkam dan HAM

GM Jasa Marga Dituntut 2 Tahun Penjara

Rabu, 14 February 2018 10:16 WIB Penulis: Ric/Ant/P-2

Mantan General Manager Jasa Marga cabang Purbaleunyi Setia Budi -- MI/BARY FATHAHILAH

GENERAL Manager PT Jasa Marga (persero) Tbk Cabang Purbaleunyi Setia Budi dituntut dua tahun penjara, ditambah denda Rp100 juta subsider tiga bulan kurungan karena memberikan suap satu motor Harley Davidson dan beberapa kali fasilitas karaoke.

"Agar majelis hakim pengadilan tindak pidana korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memutuskan terdakwa Setia Budi dinyatakan secara sah dan meyakinkan secara hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara berlanjut," kata Jaksa Penuntut Umum dari KPK Subari Kurniawan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, kemarin.

Setia Budi memberikan satu motor Harley Davidson Sportster 883 tahun 2000 bernomor polisi B 5662 JS dan beberapa kali fasilitas hiburan malam di karaoke Las Vegas Plaza Semanggi kepada Sigit Yugoharto, auditor madya BPK selaku ketua tim pemeriksa BPK.

Sigit melaksanakan pemeriksaan dengan tujuan tertentu (PDTT) atas pengelolaan pendapatan usaha, pengendalian biaya, dan kegiatan investasi pada PT Jasa Marga (persero) Tbk.

Motor gede senilai Rp115 juta dan fasilitas karaoke sejumlah total Rp107,877 juta itu diberikan karena Sigit telah mengubah hasil temuan sementara tim pemeriksa BPK atas PDTT PT Jasa Marga (persero) Tbk cabang Purbaleunyi tahun 2015 dan 2016.

Tim pemeriksa BPK terdiri atas Dadang Ahmad Rifa'i (penanggung jawab), Epi Sopian (pengendali teknis), Sigit Yugoharto (ketua tim), Kurnia Setiawan Sutarto, Imam Sutaya (ketua subtim), serta Roy Steven, Muhammad Zakky Fathany, Fahsin Pratama, Andry Yustono, Bernat S Turnip, dan Caceilia Ajeng Nindyaningrum (anggota tim) untuk PDTT 2015 dan 2016.

Saat pemeriksaan tersebut, Setia Budi memberikan sejumlah pelayanan kepada tim pemeriksa BPK, yaitu pada 8-10 Mei 2017 dilakukan pemeriksaan. Selama pemeriksaan, tim pemeriksa BPK menerima fasilitas menginap selama tiga hari di Hotel Santika Ban-dung yang seluruhnya bernilai Rp7,09 juta. Ini belum terma-suk uang pada pertemuan se-telah ini.(Ric/Ant/P-2)

Komentar