Polkam dan HAM

KPK Dalami Suap di Garuda Indonesia

Rabu, 14 February 2018 10:13 WIB Penulis: Ric/Ant/P-2

MI/ROMMY PUJIANTO

KPK terus mendalami aliran dana tindak pidana korupsi suap terkait dengan pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus SAS dan Rolls-Royce PLC pada PT Garuda Indonesia.

"Dari para saksi yang diperiksa, penyidik masih mendalami terkait proses pengadaan di Garuda Indonesia dan aliran dana pada sejumlah pihak," kata juru bicara KPK Febri Diansyah.

Saksi yang diperiksa KPK antara lain Adrian Azhar sebagai Corporate Expert PT Garuda Indonesia yang juga mantan EPM Fleet Acquisition PT Garuda Indonesia 2010-2012 dan Vice Presiden Fleet Acquisition PT Garuda Indonesia 2012-2015, pensiunan Pegawai PT Garuda Indonesia Capt Agus Wahjudo, dan pegawai PT Garuda Indonesia Victor Agung Prabowo.

Ketiganya diperiksa untuk tersangka Emirsyah Satar yang merupakan mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia 2005-2014.

"Pada salah satu saksi kami dalami juga peran dan pengetahuannya sebagai pejabat yang memimpin proses pengadaan di Garuda Indonesia," ungkap Febri.

Terkait dengan penyidikan suap pada Garuda Indonesia itu, KPK masih akan terus memanggil saksi-saksi dan tersangka. KPK telah menetapkan Emirsyah Satar dan Presiden Komisaris PT Mugi Rekso Abadi (MRA) Soetikno Soedarjo sebagai tersangka terkait dengan kasus tersebut.

Emirsyah Satar dalam perkara itu diduga menerima suap 1,2 juta euro dan US$180 ribu atau senilai total Rp20 miliar serta dalam bentuk barang senilai US$2 juta yang tersebar di Singapura dan Indonesia dari perusahaan manufaktur terkemuka asal Inggris, Rolls-Royce, dalam pembelian 50 mesin pesawat Airbus SAS pada periode 2005-2014 pada PT Garuda Indonesia Tbk.

Pemberian suap itu dilakukan melalui Soetikno selaku beneficial owner dari Connaught International Pte Ltd yang berlokasi di Singapura.

Rolls-Royce oleh pengadilan di Inggris sudah dikenai denda 671 juta pound sterling (sekitar Rp11 triliun) karena melakukan praktik suap di beberapa negara, antara lain Malaysia, Thailand, Tiongkok, Brasil, Kazakhstan, Azerbaijan, Irak, dan Anggola.

KPK awalnya menerima laporan dari SFO dan Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB) Singapura yang sedang menginvestigasi suap Rolls-Royce di beberapa negara. SFO dan CPIB pun mengonfirmasi hal itu kepada KPK, termasuk memberikan sejumlah alat bukti.

KPK melalui CPIB dan SFO juga sudah membekukan sejumlah rekening dan menyita aset Emirsyah yang berada di luar negeri.(Ric/Ant/P-2)

Komentar