Humaniora

RUU Penyiaran Adopsi Sistem Hybrid Multiplexing

Rabu, 14 February 2018 08:49 WIB Penulis:

ANTARA/YUDHI MAHATMA

PIMPINAN DPR menggelar pertemuan informal dengan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Penyiaran, dan menyepakati penggunaan sistem hybrid multiplexing (penyatuan beberapa sinyal hibrida) sebagai jalan tengah.

"Pembahasan RUU Penyiaran masih terhambat oleh pembahasan antara penggunaan sistem single mux dan multi-mux. Saya kira kita perlu mencari jalan keluarnya sehingga RUU Penyiaran bisa segera diselesaikan dengan bijaksana," kata Ketua DPR RI Bambang Soesatyo di kompleks parlemen, Jakarta, kemarin.

Bambang mengatakan pertemuan itu merupakan upaya melakukan pembenahan dalam mengatasi berbagai permasalahan. Salah satunya terkait dengan pembahasan RUU Penyiaran yang pembahasannya masih mengalami banyak dinamika.

Ia menjelaskan, setelah melalui berbagai pertimbangan dan pembahasan, DPR RI dan pemerintah yang diwakili Menkominfo Rudiantara sepakat mencari jalan tengah dengan penggunaan sistem hybrid multiplexing.

Sistem hybrid multiplexing ialah campuran antara sistem single mux dan multi-mux. Berbagai kebaikan yang ada di sistem single mux dan multi-mux akan diambil dan dikombinasikan.

Bambang juga mengatakan sistem tersebut dapat meme-nuhi rasa keadilan bagi semua pihak. Baik negara maupun para pelaku usaha industri penyiaran sama-sama diuntungkan. Namun, karena hari ini merupakan penutupan masa sidang DPR, RUU Penyiaran sebagai RUU inisiatif DPR akan dibahas pada masa sidang selanjutnya.

Menurutnya, dalam RUU Penyiaran sudah tidak ada pembahasan yang terlalu rumit. Dengan menjalin komunikasi secara rutin, semua bisa diselesaikan dan dicari jalan keluarnya.

Pertemuan itu juga dihadiri Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Fahri Hamzah, Wakil Ketua Komisi I DPR Meutya Hafidz dan para pemimpin fraksi.

Sebelumnya konsep single mux dan multi-mux operator muncul terkait dengan pelaksanaan migrasi sistem penyiaran televisi terrestrial penerimaan tetap tidak berbayar (TV FTA) analog menjadi digital. (Ant/H-2)

Komentar