Nusantara

Lawan Aksi Intoleran dengan Kebersamaan

Rabu, 14 February 2018 08:28 WIB Penulis: Agus Utantoro

ANTARA/ANDREAS FITRI ATMOKO

BUPATI Sleman Sri Purnomo menyerukan pada warganya untuk menjaga kerukunan dan kebersamaan, pascapenyerangan Gereja Santa Lidwina, Minggu (11/2). Ia juga mengingatkan agar warga dapat menyaring informasi sehingga tidak termakan beri-ta palsu (hoaks). "Mari kita tunjukkan Sleman ini aman. Persaudaraan dan kerukunan tidak terkoyak," katanya di Yogyakarta, kemarin.

Dengan sikap kedewasaan, imbuhnya, masyarakat diharapkan mampu membedakan mana yang benar dan mana yang hoaks.

Ajakan yang sama juga datang dari Dirjen Bimbingan Masyarakat Katolik Kemenag RI, Eusabius Binsasi. Ia meminta semua umat beragama agar menjaga keharmonisan secara ikhlas, saling memahami, hidup saling rukun dan damai.

Dalam aksi penyerangan itu, tiga orang terluka berat dalam kejadian tersebut, yakni anggota jemaat gereja bernama Yohanes dan Budijono serta seorang pastor asal Jerman bernama Romo Karl Edmund Prier, SJ.

Pelaku yang belakangan diketahui bernama Suliyono, 22, warga Banyuwangi, Jawa Timur, itu akhirnya dilumpuhkan polisi karena tetap melawan.

Sehari setelah kejadian, ra-tusan warga Yogyakarta bersama umat Katolik lainnya melakukan bersih-bersih Gereja Santa Lidwina. Bersih-bersih akan dilakukan hingga Kamis (15/2) mendatang.

Meski telah memeriksa 15 orang saksi, polisi belum mengetahui motif pelaku melakukan aksi penyerangan di Gereja Santa Lidwina, Bedog, Trihanggo, Sleman, DIY, Minggu (11/2) lalu. "Saksi-saksi yang diperiksa termasuk beberapa orang yang kenal dengan pelaku," kata Kapolda DIY Brigjen Ahmad Dofiri di Yogyakarta, kemarin. Dalam melakukan penanganan kasus ini, imbuhnya, penyidik Polda DIY dibantu tim dari Densus 88 Antiteror.

Lone wolf
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengemukakan, Suliyono telah di-nyatakan sebagai tersangka. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara diketahui Suliyono tidak berafiliasi dengan jaringan teroris mana pun. "Sejauh ini, pelaku adalah lone wolf," katanya.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafii Maarif sempat menengok Suliyono di rumah sakit. Syafii berbicang dengan Suliyono sekitar satu jam. "Kondisinya membaik. Pelaku sudah menjalani operasi pengambilan proyektil yang bersarang di kaki kirinya," kata Syafii.

Kunjungan Syafii yang terlihat dalam sebuah foto dan beredar di laman Facebook itu direspons positif oleh netizen. Tindakan Syafii itu dinilai sebagai contoh pemimpin yang baik dan bisa mengademkan suasana. "Tampaknya berbicara dari hati ke hati dengan pelaku. Mudah-mudahan hati gelap pemuda ini bisa terce-rahkan oleh Buya," ucap Viena Effendy.

Kepala Polres Temanggung, Ajun Komisaris Besar Wiyono Saputro berupaya mengantisipasi benih-benih aksi intoleran di wilayahnya dengan melakukan patroli sambang.

Dua hari setelah peristiwa di Sleman, aksi penyerangan bernuansa sentimen keagamaan terjadi di Jatim. Seorang pelaku merusak Masjid Baiturrahim di Jalan Sumurgempol, Kelurahan Karangsari, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, kemarin. AT/TS/Ant/N-4)

agus_utantoro@mediaindonesia.com

Komentar