Internasional

Tidak Perlu Slogan untuk Jaga Kebersihan

Rabu, 14 February 2018 08:50 WIB Penulis:

DOK OKINAWA LABO

DI Jepang, kita tidak akan pernah menemukan onggokan sampah. Warga 'Negeri Sakura' meski tidak mempunyai jargon antisampah seperti 'Kebersihan sebagian dari iman', secara konsisten menjaga kota tetap bersih.

Tiga kota yang disambangi Media Indonesia, yaitu Tokyo, Ishigaki, dan Naha menggambarkan hal itu.

Seperti saat berada di Ishigaki pada Kamis (8/2), sejak menginjakkan kaki di bandara hingga berkeliling menyusuri sudut kota, sama sekali tidak terlihat sampah yang berserakan termasuk di tempat pelelangan ikan (TPI) sekitar Pelabuhan Ishigaki.

Kegiatan pelelangan ikan telah usai saat jurnalis dari sembilan negara menyambangi TPI itu sekitar pukul 12.00 waktu setempat. Jika tempat-tempat pelelangan ikan di Tanah Air identik dengan bau amis dan lantai becek, hal itu tidak ditemui di TPI Ishigaki. Lantai TPI itu kering tanpa genangan air dan sama sekali tidak tercium bau amis ikan.

Ishigaki merupakan kota kecil nan indah di Prefektur Okinawa. Pemerintahan di wilayah itu setara dengan pemerintahan daerah tingkat dua yang dipimpin seorang wali kota.

Banyak turis domestik maupun mancanegara melancong ke sana. Sebagai salah satu destinasi wisata favorit di Jepang, Ishigaki memiliki berbagai tempat rekreasi memikat, seperti Cape Hirakubozaki, Kabira Bay, Yonehara Beach, Tamatorizaki Observatory, Yaima Village, Banna Park, dan puluhan tempat lainnya.

Selain tempat-tempat wisata itu, wilayah Ishigaki yang merupakan gugusan pulau-pulau kecil memiliki daya tarik khas, yakni wisata memancing ikan tuna.

Pesona keindahan Ishigaki semakin komplet karena dibalut kebersihan. Pekarangan rumah warga, halaman perkantoran, hotel, ruko, area publik, dan trotoar enak dipandang mata karena bebas dari sampah. Selama menyusuri kota itu tidak terlihat puntung rokok, kertas, dan plastik bekas yang tercecer di trotoar.

Hal yang sama juga ditemui di wilayah lainnya seperti di Naha (Ibu Kota Okinawa) dan Tokyo.

Di Ibu Kota Jepang yang sangat sibuk, sukarelawan dari berbagai kalangan seperti siswa-siswi SMP berpartisipasi menjaga kebersihan kota. Mereka dikerahkan memungut dedaunan pohon hutan kota dan sampah tercecer yang biasanya dibuang sembarangan oleh beberapa warga asing yang belum menyadari tentang pentingnya kebersihan kota.

"Kami mengumpulkan kantong plastik bekas, kertas yang tidak terpakai, botol-botol plastik, dan kaca, serta kaleng minuman. Sampah-sampah itu kemudian didaur ulang untuk dipakai kembali," jelas petugas pemandu, Hisako Suzuki.

Untuk soal kebersihan, warga Jepang memang patut diacungi jempol. Penduduk 'Negeri Sakura' itu sangat peka terhadap kebersihan dan keindahan kota mereka. (Jonggi Pangihutan/I-2)

Komentar