Kesehatan

Enak dan Sehat dengan Tepung Kelapa

Rabu, 14 February 2018 07:30 WIB Penulis: Ghani Nurcahyadi

Ist

MEMBUAT kue dengan menggunakan tepung terigu atau tepung gandum merupakan hal yang jamak dilakukan orang.

Namun, cara demikian justru menyisakan risiko bagi pengidap alergi gluten karena masih terdapat kandungan gluten dalam tepung terigu. Kehadiran tepung kelapa menjadi salah satu solusi bagi para penderita alergi gluten karena kandungannya 100% bebas gluten. Di sisi lain, tepung kelapa mengandung serat lebih banyak
jika dibandingkan dengan varian tepung lain hingga 58% sehingga mampu memenuhi kebutuhan serat harian.

Tepung kelapa berasal dari daging kelapa yang didapat setelah santan atau minyak kelapa dihasilkan. Bentuknya tak berbeda jauh dengan varian tepung terigu berupa serbuk putih halus. Semua jenis kue diketahui cocok menggunakan tepung kelapa, khususnya yang pembuatannya dengan dipanggang. Selain sebagai bahan dasar pembuatan kue, tepung kelapa juga sering digunakan untuk mengentalkan sup dan semur.

Penderita diabetes pun dapat memperoleh khasiat tepung kelapa. Ini karena tepung kelapa dikenal sebagai bahan pangan dengan indeks glikemik yang rendah. Pangan dengan indeks glikemik yang rendah tidak membuat gula darah melonjak.

Salah satu cara pemanfaatan tepung kelapa, yaitu dengan mencampurkannya bersama beras putih dan air ke dalam wadah penanak nasi. Sebelum dimasak, aduk tepung kelapa, beras, dan air hingga bercampur rata. Hasil sejumlah penelitian menunjukkan bahwa campuran tepung kelapa dapat menurunkan indeks glikemik nasi putih.

Kandungan seratnya yang tinggi memperlambat proses penyerapan glukosa dari nasi putih dalam tubuh. Meski indeks glikemik nasi putih sudah dapat diturunkan di bawah batas aman bagi penderita diabetes, perlu diperhatikan pola makannya. Kalau konsumsi nasi bercampur tepung kelapa dilakukan secara berlebihan,
justru upaya menyehatkan badan tetap akan sia-sia.

Beragam manfaat

Dilansir dari laman hellosehat.com, studi yang diterbitkan dalam beberapa jurnal ilmiah, yaitu British Journal of Nutrition dan Innovative Food Science & Emerging Technologies mengonfirmasikan tepung kelapa dapat mengendalikan gula darah sehingga bersahabat bagi para penderita diabetes. Produk tersebut kini sudah mulai diekspor ke beberapa negara.

Manfaat lain yang diperoleh dari kandungan serat tinggi di tepung kelapa ialah menurunkan berat badan karena dapat mengontrol nafsu makan yang berimplikasi pada berat badan. Tepung kelapa juga mengandung tinggi protein, rendah lemak, serta mengandung asam laurat yang penting untuk kekebalan tubuh dan kulit.

Tepung yang dihasilkan dari ampas santan itu juga mengandung mangan yang membantu dalam penyerapan mineral penting bagi tubuh. Selain tinggi serat dan protein, tepung kelapa juga memiliki gizi sangat tinggi. Salah satunya, yaitu tingginya kandungan lemak jenuh yang sehat dalam bentuk asam lemak rantai sedang (MCF4).

Asam lemak tersebut digunakan tubuh untuk menghasilkan energi dan membantu mendukung metabolisme yang sehat serta kadar gula darah yang seimbang. Tepung kelapa juga dapat membantu pengonsumsinya untuk memiliki pencernaan yang sehat karena tepung ini memiliki kepadatan nutrisi sangat tinggi.

Penelitian menunjukkan tepung kelapa dapat menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida kepada orang yang memiliki kadar kolesterol tinggi. Tingginya kandungan serat makanan yang larut maupun tidak larut dalam tepung kelapa dapat membantu menyehatkan usus.

Produk pilihan

Menyadari keistimewaan tepung kelapa, Kalbe melalui H2 Health & Happiness menghadirkan produk H2 Tepung Kelapa yang mengandung 100% tepung kelapa dari daging kelapa dan dapat digunakan sebagai alternatif substitusi tepung terigu. H2 Tepung Kelapa telah diproses sedemikian rupa sehingga dapat memiliki
kandungan serat pangan yang tinggi demi membantu penurunan kolesterol dan mengontrol gula darah. H2 Tepung Kelapa juga mengandung lemak jenuh dalam bentuk trigliserida rantai menengah yang dapat meningkatkan pembakaran lemak dan mengurangi penyimpanan lemak.

H2 Tepung Kelapa telah terbukti dapat menurunkan nilai indeks glikemik pada nasi sehingga cocok bagi penderita diabetes. Selain itu, produk tersebut menurunkan total kolesterol dan kolesterol jahat (LDL).

Kandungan lain dalam H2 Tepung Kelapa selain trigliserida rantai menengah yang berkaitan dengan serat pangan, protein, dan lemak jenuh, ialah zat besi, kalium, natrium, dan kalsium dengan 0 mg kolesterol dan 0 gula. H2 Tepung Kelapa memiliki serat pangan 14 kali lebih besar daripada tepung terigu dan protein 3 kali lebih besar dari tepung almon. H2 Tepung Kelapa mengandung kalium 9 kali lebih besar jika dibandingkan dengan tepung beras, natrium 7 kali lebih besar jika dibandingkan dengan tepung jagung, dan kalsium 2 kali lebih besar jika dibandingkan dengan tepung terigu.

Dalam penggunaan sehari-hari, 20 gram H2 Tepung Kelapa dapat dicampurkan dalam 100 gram nasi untuk mengurangi angka indeks glikemik. H2 Tepung Kelapa juga cocok digunakan untuk baking, memasak, dan aktivitas lain yang sebelumnya menggunakan tepung terigu.

H2 Tepung Kelapa dapat juga dicampurkan dalam adonan roti, cupcakes, muffin, cookies, pancakes, crepes, brownies, waffl es, truffl es, smoothies, puding, atau digunakan sebagai coating deep fried pengganti tepung roti. H2 Tepung Kelapa sebaiknya disimpan pada suhu ruang 23-25 derajat celsius dan kelembapan udara 55%-65% serta hindari matahari langsung. (S4-25)

Komentar