Sepak Bola

Skuat Lapis Kedua Bali United Gopoh

Rabu, 14 February 2018 05:45 WIB Penulis: Satria Sakti Utama

ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana

BALI United mengambil risiko besar dengan menampilkan pemain lapis kedua saat menjalani debut di Grup G ajang Piala AFC, Selasa (13/2). Tim asuhan Widodo Cahyono Putro dipaksa mengakui kehe­batan dari wakil Myanmar, Yangon United, dengan skor 1-3 di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar. Keputusan Widodo memercayakan tim cadangan dalam laga itu bukan tanpa alasan. Bali United akan melakoni laga hidup mati untuk lolos ke partai puncak Piala Presiden 2018 saat menjamu Sriwijaya FC di leg kedua babak semifinal, malam ini. Ilija Spasojevic dkk wajib menang karena la­ga pertemuan pertama di Sta­dion Jakabaring Palembang berakhir sama kuat 0-0.

Karena banyak menurunkan pemain muda, Bali United tam­pil gugup di awal babak pertama. Walhasil, tiga gol tim lawan tercipta hanya dalam kurun 25 menit. Penyerang berpaspor asing miliki Yangon United, Emma­nuel Ikechukwu, membuka skor di menit ke-15. Dua gol lain diciptakan Sekou Sylla, selang 3. Setelah 10 menit, ia memanfaatkan buruknya ko­ordinasi pertahanan Bali United. Balasan tim tuan rumah dilesakkan Gede Sukadana jelang babak pertama selesai. Akan tetapi, risiko yang diambil Widodo bukan satu-sa­tunya alasan tim yang baru ber­usia tiga tahun itu pan­tas mendapat kekalahan. Perfor­ma gelandang Belanda Kevin Brands memperburuk penampilan tim.

Mantan pemain AZ Alkmaar itu gagal menjadi jembatan di lini tengah dan kurang berkontribusi dalam serangan. Puncaknya ialah kegagalan Brands mengeksekusi tendang­an penalti di menit ke-83. Situasi itu membuat psike pemain kembali menurun ka­rena harus mengejar defisit dua gol di sisa pertandingan. Perihal pemilihan eksekutor penalti, Widodo tidak menam­pik Brands pemain yang dipilih menja­lankan tugas tersebut meskipun ada eksekutor lain yang lebih andal di lapangan, seperti gelandang Nick van der Velden.
“Brands memang kami tunjuk sebagai yang pertama,” tu­tur pelatih 47 tahun ini.

“Yang jelas tim di bawah form, tidak seperti biasanya. Kita sudah siapkan fisik, tapi pemain ku­rang siap,” imbuh Widodo, mantan striker terbaik Indonesia. Di lain pihak, pelatih Yangon United Myo Min Tun tetap me­­lempar komentar pujian kepada Bali United.
Meski hanya memainkan tim kedua, the Lions julukan Yangon United dipaksa banyak bertahan khususnya di babak kedua. “Bali tim kuat. Mere­ka sangat menyerang, tapi ha­ri ini bukan milik mereka. Kami bermain lebih baik, terutama di 30 menit awal pertandingan,” jelas Min Tun.

Komitmen hadir
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo ber­komitmen hadir pada partai final Piala Presiden 2018 yang direncanakan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Sabtu (17/2). Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden 2018 Maruarar Sirait telah menyerahkan langsung undangan kepada Jokowi sapaan Joko di Istana Negara, Selasa (13/2). “Undangan final Piala Presiden 2018 telah saya sampaikan kepada Presiden dan Beliau akan menyaksikan langsung,” ucap Maruarar. Di partai final, tim Ibu Kota Persija Jakarta telah memastikan langkah setelah menyingkirkan perlawanan PSMS Medan dengan skor agregat 5-1. Satu tim lain akan menunggu hasil leg kedua Bali United kontra Sriwijaya FC, malam ini. (R-1)

Komentar