Ekonomi

Profit Taspen Naik Hampir Tiga Kali Lipat

Rabu, 14 February 2018 04:01 WIB Penulis: (Try/E-1)

ANTARA/DIDIK SUHARTONO

BADAN usaha milik negara yang mengelola jaminan sosial bagi aparatur sipil negara (ASN), PT Taspen, membukukan laba sebesar Rp721,73 miliar atau tumbuh 192% jika dibandingkan dengan pencapaian laba di 2016 dengan persentase pencapaian target RKAP sebesar 105%. Aset Taspen juga tercatat tumbuh 16% menjadi Rp230,38 triliun. Pertumbuhan aset Taspen itu meng-ungguli pertumbuhan aset industri asuransi dan BPJS sebesar 6,5% berdasarkan laporan triwulan III 2017 dari OJK. “Pertumbuhan aset tersebut salah satunya ditopang aset investasi yang tumbuh sebesar 25% yang merupakan akumulasi dari pertumbuhan aset investasi pada instrumen obligasi, sukuk & KIK-EBA sebesar 19%, deposito tumbuh sebesar 54%, dan saham, reksadana, dan lain-lain tumbuh sebesar 18%,” ujar Direktur Utama Taspen Iqbal Latanro dalam keterangan pers yang diterima, Selasa (13/2).

Hasil investasi yang dicapai pada 2017 tercatat Rp16,81 triliun, tumbuh 11% jika dibandingkan dengan di 2016 yang sebesar Rp15,21 triliun. Meski di tengah kebijakan moratorium rekrutmen ASN, jumlah premi/iuran yang berhasil dihimpun pada 2017 mengalami pertumbuhan sebesar 4% dari Rp7,47 triliun di 2016 menjadi Rp 7,81 triliun pada 2017. Berbanding lurus dengan peningkatan premi/iuran, pembayaran klaim tercatat sebesar Rp9,61 triliun atau meningkat 18% jika dibandingkan dengan di 2016. Peningkatan klaim program Jaminan Kecelakaan Kerja tercatat 242%, Jaminan Kematian meningkat 18%, dan Tabungan Hari Tua sebesar 19%.

Peningkatan kinerja Taspen jika dibandingkan dengan di 2016 dipengaruhi berbagai faktor, antara lain terdapat perubahan fee pengelolaan dana investasi yang berasal dari akumulasi iuran pensiun dari 5% menjadi 6,7%.
Selain itu, pencapaian laba anak perusahaan yang melampaui target ikut mendongkrak kinerja Taspen. Di antaranya perolehan laba Bank Mantap yang melampaui 498% dari target, laba Taspen Property Indonesia yang melampaui 27% dari target, dan laba Taspen Life yang melampaui 5% dari target.

“Taspen pun mampu melakukan efisiensi yang dibuktikan dengan realisasi beban usaha sebesar 84% dari RKAP,” tandas Iqbal. Terlepas dari berbagai peningkatan kinerja yang telah diraih, Taspen berkomitmen terus meningkatkan layanan bagi ASN.
Mereka juga mendigitalisasi pelayanan melalui autentikasi by phone, pengembangan smartcard mulai April 2018, dan integrasi sistem database dengan dinas kependu-dukan dan pencatatan sipil. (Try/E-1)

Komentar