Kesehatan

Metode Terkini Atasi Batu Ginjal

Rabu, 14 February 2018 01:45 WIB Penulis: (Nik/H-2)

thinkstock

Dulu, penanganan batu ginjal dilakukan dengan pembedahan di bagian pinggang dan ginjal untuk mengambil batu yang bersarang di dalamnya. Namun, kini ada beberapa metode yang jauh lebih nyaman dan efektif bagi pasien. Dokter spesialis urologi dari Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) Group, dr Hery Tiera SpU, menjelaskan metode pembedahan untuk menangani batu ginjal sudah mulai ditinggalkan karena lebih berisiko perdarahan dan penyembuhan luka pascaoperasi memakan waktu lama. Sebagai penggantinya, ada metode noninvasif (tanpa sayatan) seperti extracorporeal shock wave lithotripsy (ESWL) dan bedah sayatan minimal (minimally invasive surgery) seperti metode 'bor ginjal'.

"Pemilihan teknik penanganan bersifat individualistis, disesuaikan dengan ukuran dan posisi batu," ujar Hery dalam diskusi yang digelar RSPI Group di Jakarta, selasa (13/2). Metode ESWL, lanjutnya, merupakan cara menghancurkan batu ginjal dengan energi gelombang kejut yang 'ditembakkan' dari luar tubuh pasien menggunakan alat khusus. Tingkat keberhasilan metode ini mencapai 98% untuk batu yang terletak di dalam ginjal dan 88% untuk batu yang ada di ureter (saluran urine dari ginjal ke kantong kemih).
"ESWL ditujukan batu ukuran 5 mm sampai 2 cm. Batu akan hancur dan keluar bersama air seni," jelasnya.

Untuk batu yang ukurannya kurang dari 5 mm, lanjutnya, penanganan bisa dilakukan dengan obat-obatan dan memperbanyak minum air putih. Obat-obatan tidak berfungsi untuk menghancurkan batu, tetapi untuk meningkatkan kontraksi otot polos di saluran kencing sehingga dorongan saat berkemih lebih kuat. Ditambah dengan produksi air seni yang meningkat sebagai efek memperbanyak minum air putih, diharapkan batu berukuran 5 mm ke bawah bisa hanyut saat berkemih. Hal itu dimungkinkan karena saluran ureter dan uretra (saluran kencing) diameternya masih memadai untuk batu berukuran di bawah 5 mm.

Bagaimana dengan batu yang berukuran di atas 2 cm? Pilihan terapinya ialah bedah sayatan minimal yang disebut percutaneous nephrolithotomy (PCNL) atau sering juga diistilahkan sebagai bor ginjal. Prosedurnya, menggunakan alat khusus berbentuk serupa pipa kecil yang dimasukkan melalui sayatan beberapa milimeter di pinggang, menembus ginjal. Melalui alat itu dokter menghancurkan batu secara mekanik atau dengan energi laser. Prosedur lainnya ialah uretroscopy. Prosedur ini tidak melibatkan sayatan karena alat dimasukkan melalui lubang saluran kencing di kelamin, lalu diarahkan ke lokasi batu, baik itu di ureter maupun di ginjal.

Nyeri pinggang
Pada kesempatan itu Hery menjelaskan tanda-tanda batu ginjal yang paling umum ialah nyeri pinggang menetap yang tidak kunjung hilang. Namun, tidak semua batu ginjal bergejala nyeri pinggang dan tidak berarti setiap nyeri pinggang merupakan gejala batu ginjal sebab ada juga penyakit-penyakit lain yang menimbulkan gejala nyeri pinggang. "Gejala umumnya ialah nyeri pinggang yang disertai mual muntah. Mual muntah umumnya terjadi karena nyeri memicu stres, stres memicu naiknya produksi asam lambung. Tapi tidak selalu demikian, ada juga batu ginjal yang tidak menimbulkan nyeri dan terdeteksinya tidak sengaja saat USG perut," katanya. Karena itu, Hery mengingatkan pentingnya medical check-up dengan pemeriksaan USG dan urine. (Nik/H-2)

Komentar