Bandara London Kembali Beroperasi

Selasa, 13 February 2018 20:49 WIB Penulis: Anastasia Arvirianty

AFP

BANDAR udara (Bandara) London City dijadwalkan dibuka kembali pada Selasa (13/2), setelah dilakukan pengamanan bom sisa Perang Dunia II yang ditemukan di dekat landasan pacu.

Bom Jerman seberat 500 kilogram itu ditemukan pada Minggu (11/2) pagi di King George V Dock, selama pekerjaan yang direncanakan dekat dengan bandara paling tengah di London, Inggris.

Para ahli penjinak bom dari kepolisian dan Royal Navy bekerja untuk memindahkan persenjataan yang tidak meledak tersebut. Bandara pun ditutup dan dua zona pengucilan berturut-turut diberlakukan.

Kepala Eksekutif Bandara London Robert Sinclair mengumumkan, penerbangan akan dilanjutkan pada Selasa setelah bom tersebut berhasil dikeluarkan dari dermaga.

"Zona eksklusi kini telah dicabut dan bandara akan dibuka seperti biasa pada Selasa," katanya dalam sebuah pernyataan tengah malam waktu setempat.

"Kepada semua orang yang telah terkena dampak, baik Anda yang akan terbang pada Senin (12/2), dievakuasi dari rumah Anda atau membuat perjalanan Anda terganggu oleh penutupan DLR (Docklands Light Railway), terima kasih atas kesabaran dan pengertian Anda," tambah Sinclair.

Pemadaman pada Senin (12/2) mempengaruhi 16.000 penumpang yang akan terbang dari bandara kelima terbesar di London, meskipun beberapa maskapai penerbangan mengalihkan penerbangan mereka ke hub kota lainnya.

Bandara London City dibuka pada 1987, dan telah menangani 4,5 juta penumpang pada 2017, terutama digunakan oleh pelancong bisnis.

Operasi pembuangan bom tersebut pada awalnya melihat evakuasi hingga 500 penduduk, yang diizinkan kembali ke rumah mereka pada Senin malam. Sementara yang lainnya dievakuasi dari daerah lain setelah cangkang 1,5 meter (lima kaki) dipindahkan ke dermaga.

Otoritas lokal Newham Council mendirikan sebuah pusat istirahat, dan meminta penduduk untuk tinggal dengan keluarga atau teman jika memungkinkan.

Jonny Campbell, perwira angkatan laut yang bertanggung jawab atas penyelidik pembuangan bom, mengatakan bahwa persenjataan tersebut akan ditarik di sepanjang sungai setelah dikeluarkan dari dasar laut.

"Kami kemudian akan memasang bahan peledak militer tingkat tinggi sebelum melakukan ledakan yang terkendali," tambahnya.

Sebagai informasi, London pernah dihujani bom saat serangan udara Nazi Jerman pada September 1940 sampai Mei 1941. (AFP/OL-4)

Komentar