Nusantara

Penyerang Gereja di Sleman 3 Hari Pantau Lokasi

Selasa, 13 February 2018 17:15 WIB Penulis: Arga sumantri

ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

SULINO, penyerang Gereja Santa Lidwina, Sleman, Yogyakarta diketahui tiga hari memantau lokasi. Warga Banyuwangi, Jawa Timur, itu menginap di musala yang ada di sekitar lokasi.

"Sempat komunikasi dengan penjaga musala, sempat komunikasi dengan warga sekitar," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto, di Komplek Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (13/2).

Warga sekitar, kata Setyo, tidak mencurigai Suliono. Namun, RT dan RW tidak tahu ada orang baru yang menginap di wilayah itu.

"Rupanya RT, RW setempat tidak mengetahui," ujar Setyo.

Belajar dari kasus ini, Polri kembali menggalakkan budaya lapor 1x24 jam bagi pendatang baru di wilayah setempat. Hal itu guna mendeteksi dini pergerakan terduga teroris.

"Ini harus melibatkan semua masyarakat, semua stakeholder di situ," ujarnya.

Suliono menyerang seorang romo dan tiga jemaat Gereja St Lidwina menggunakan pedang pada Minggu (11/2) pagi. Korban luka dibawa ke Rumah Sakit Panti Rapih. Korban mengalami luka di sekujur tubuh.

Simpulan sementara kepolisian, Suliono merupakan pelaku teror tunggal, lonewolf. Ia belum terdeteksi berafiliasi dengan kelompok teror tertentu. (MTVN/OL-6)

Komentar