Humaniora

Bimbing Anak Gunakan Internet dengan Bijak

Selasa, 13 February 2018 11:51 WIB Penulis: MI

Anak-anak bermain internet di salah satu warung internet kawasan Tebet, Jakarta Selatan---MI/Ramdani

ORANGTUA perlu mendampingi anak dalam mengakses internet. Sebab, ada hal-hal negatif seperti pornografi, perundungan siber, dan jaring-an narkoba yang mengancam anak-anak melalui koneksi internet.

“Masih banyak orangtua yang tidak menyadari dampak negatif dari gawai. Orangtua merasa anaknya aman di rumah dengan gawainya, tidak akan terpengaruh kenakalan remaja dan narkoba. Itu keliru,” kata Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Margaret Aliyatul Maimunah pada diskusi di Jakarta, kemarin.

Margaret mengatakan penggunaan gawai memang memiliki banyak dampak positif seperti untuk media belajar. Baik untuk muatan yang diajarkan di sekolah maupun belajar kreatif secara otodidak.

“Namun, dampak positif itu juga diiringi dengan dampak negatif seperti pornografi, perundungan siber, serta permainan bermuatan kekerasan, dan pornografi. Karena itu orangtua perlu waspada,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Asisten Deputi Perlindungan Anak dalam Situasi Darurat dan Pornografi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Valentina Ginting.

Ia menjelaskan, muatan-muatan negatif di internet seperti pornografi sudah sangat berkembang di media-media sosial maupun media daring. Mengutip data dari Kepolisian RI, Valentina menyebutkan dalam sehari terdapat 25.000 alamat protokol internet atau IP address yang mengunduh muatan-muatan pornografi anak di internet.

Karena itu, Valentina mengatakan orangtua harus diberdayakan agar dapat memandu dan mendampingi anak-anak yang telah terkoneksi internet. Apalagi, menurut data Gerakan Literasi Digital Siberkreasi, 65% anak usia 6-19 tahun saat ini sudah memiliki ponsel cerdas.

“Karena itu, penting untuk mengedukasi orangtua, anak, dan guru untuk penggunaan internet ke arah yang lebih positif,” katanya. (Ant/H-3)

Komentar