Sepak Bola

Pengalaman si Nyonya Tua Menjadi Pembeda

Selasa, 13 February 2018 03:31 WIB Penulis: (AFP/R-3)

AFP PHOTO / FILIPPO MONTEFORTE

TIDAK ada yang menyangsikan performa Juventus dan Tottenham Hotspur saat ini. Terlepas dari posisi kedua tim di kompetisi negara masing-masing, baik Juve maupun Spurs tengah panas-panasnya. Tengok saja statistik pertandingan mereka. Bianconeri sukses memenangi 11 laga terakhir di semua kompetisi dan skuat besutan Massimiliano Allegri itu juga hanya kebobolan satu gol. Di sisi lain, the Lilywhites juga tidak kalah trengginas. Tim racikan Mauricio Pochettino itu tidak terkalahkan dalam 12 laga terakhir di semua kompetisi.
Namun, jika bicara Liga Champions, harus diakui ada jurang yang cukup lebar yang memisahkan keduanya. Jurang itu faktor pengalaman. Dalam hal itu, Spurs harus diakui jauh lebih inferior.

The Lilywhites baru sekali mencicipi panasnya atmosfer babak sistem gugur pada musim 2010/2011. Sebaliknya, ‘si Nyonya Tua’ merupakan pemegang gelar juara dua kali pada 1985 dan 1996. Gianluigi Buffon dkk juga dua kali menjadi finalis di empat edisi terakhir.
Itu sebabnya tidak berlebihan jika ‘si Nyonya Tua’ sedikit lebih diunggulkan kala keduanya bertemu di leg pertama babak 16 besar Liga Champions Eropa, di Allianz Stadium, Turin, dini hari nanti. Meskipun demikian, Pochettino menangkis anggapan timnya tidak berkompeten untuk bersaing di Eropa. “Ketika Anda mampu mengalahkan Arsenal atau Manchester United, itu berarti Anda punya kualitas untuk mengalahkan tim-tim besar Eropa,” jelas pelatih berpaspor Argentina itu.

Modal yang dibawa Tottenham Hotspur dalam kunjungan mereka ke Allianz Stadium ialah kemenangan di derbi London Utara melawan Arsenal akhir pekan lalu. Striker Harry Kane menjadi pembeda berkat gol semata wayangnya pada menit ke-49.
Pochettino bakal kembali mengandalkan Kane untuk menghadapi Juventus. Penyerang timnas Inggris itu merupakan lumbung gol utama bagi Tottenham Hotspur dengan catatan 31 gol. Enam gol di antaranya ia persembahkan di pentas Liga Champions Eropa. Performa Kane akan ditopang tiga gelandang serang untuk menambah daya gedor. Gelandang Dele Alli akan berdiri tepat di belakang Kane, sedangkan Son Heung-min dan Cristian Erikssen akan beroperasi di sisi sayap.

Tembok tebal
Akan tetapi, pekerjaan kuartet lini depan Tottenham Hotspur untuk merobek gawang Gianluigi Buffon dipastikan tidak mudah. Sebabnya, tercatat baru sekali gawang ‘si Nyonya Tua’ kebobolan dalam 16 pertandingan terakhir di semua ajang. Statistik semakin memperberat beban tim tamu karena Juventus memegang rekor 26 kali tidak terkalahkan di kandang pada ajang kompetisi Eropa. Terakhir, juara bertahan Liga Seri A Italia itu menelan kekalahan dari Bayern Muenchen pada April 2013.

Satu kehilangan besar bagi tim asuhan Massimiliano Allegri ialah absennya penyerang Paulo Dybala karena cedera. “Paulo bekerja dengan cara yang berbeda, tapi saya harap dia akan fit. Saya tidak dapat mengambil risiko dengannya,” jelas Allegri.
“Musim ini berbeda dengan sebelumnya. Kini kami lebih taktis. Namun, yang utama ialah kami punya pemain yang selalu ingin menang.” (AFP/R-3)

Komentar