Kesehatan

Ini yang Terjadi Saat Tubuh tak Cukup Tidur

Sabtu, 10 February 2018 16:01 WIB Penulis: Medcom

Ilustrasi

KURANG tidur di malam hari tak hanya akan membuat seseorang terus mengantuk keesokan harinya. Ada dampak yang lebih buruk ketika seseorang tidak mendapatkan tidur yang cukup.

Meskipun seseorang sudah menerapkan pola hidup sehat dalam setiap porsi makan yang dikonsumsi dan berolahraga secara teratur, manfaat yang didapatkan tidak akan maksimal jika tidak dibarengi dengan waktu istirahat yang cukup.

Laporan National Sleep Foundation yang diterbitkan dalam jurnal Sleep Health menyebut, waktu yang dibutuhkan oleh setiap orang untuk tidur berbeda. Bahkan kebutuhan tidur berdasarkan usia juga tidak bisa disamaratakan.

Berikut pembagian waktu tidur seseorang berdasarkan usia; orang tua di atas 65 tahun butuh tidur selama 7-8 jam per hari, dewasa usia 26-64 tahun 7-9 jam per hari, dewasa muda 18-25 tahun 7-9 jam per hari, remaja 14-17 tahun 8-10 jam per hari, anak usia sekolah 6-13 tahun 9-11 jam per hari, anak usia prasekolah 3-5 tahun 10-13 jam per hari, balita 1-2 tahun 11-15 jam per hari, bayi 4-11 bulan 12-15 jam per hari, dan bayi usia 0-3 bulan 14-17 jam per hari.

Meski memiliki jumlah waktu tidur yang berbeda, namun pada umumnya seseorang dinyatakan cukup istirahat jika mampu tidur selama 7-8 jam per hari. Selain untuk menghindari rasa kantuk yang hebat, tidur minimal 7 jam setiap hari juga dapat membuat kesehatan seseorang terjaga.

Sementara itu, risiko jangka pendek yang bisa ditimbulkan dari kurangnya waktu tidur di antaranya, memengaruhi kemampuan berpikir, fokus, mengingat, dan memproses informasi. Kurang tidur juga menyebabkan seseorang rentan terkena stres, emosi berlebihan, dan meningkatkan potensi kecelakaan kendaraan.

Khusus untuk jangka panjang, kurang tidur dapat menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius misalnya tekanan darah tinggi, diabetes, serangan jantung, stroke, termasuk obesitas, depresi, dan menurunnya gairah seksual.

Seiring waktu, kurang tidur juga menyebabkan penuaan dini dan lingkaran hitam di bawah mata. Banyak penelitian menghubungkan perilaku kurang tidur erat kaitannya dengan peningkatan hormon stres kortisol. Kortisol dapat memecah kolagen yakni protein dalam tubuh yang membuat kulit tetap halus. (MEL/OL-8)

Komentar