Kesehatan

Wajarkah Anak Tak Suka Nasi?

Sabtu, 10 February 2018 15:40 WIB Penulis: Medcom

Ilustrasi

DALAM masa pemberian makanan keluarga, bagi anak yang sudah mnginjak usia bawah 3 tahun, salah satu masalah yang dihadapi ibu adalah si kecil enggan makan nasi. Normalkan hal itu?

"Jika anak mengalaminya, sebagai orangtua kita harus waspada, apakah ada gangguan mengunyah pada anak," tukas dokter anak dr. Meta Hanindita, Sp. A dalam peluncuran dua buku parenting Mommyclopedia, Jumat 9 Februari 2018.

Ia menambahkan, jika anak sudah berusia 2 tahun dan tetap lebih memilih makan bubur, sebaiknya orangtua segera mengonsultasikan dengan tenaga spesialis.

Menurutnya, bisa jadi anak mengalami gangguan oromotorik (alat gerak mulut/oral) dimana anak memiliki masalah pada otot dan saraf saat aktivitas makan.

Aktivitas mengunyah sendiri, tambahnya, tidak sesederhana yang dipikirkan orang-orang. Seseorang harus memiliki rahang yang simetris dan gerakan lidah yang mampu bergerak bebas ke kanan, kiri, depan, dan belakang.

"Sebaiknya tekstur makanan mulai ditingkatkan pada usia sensitif, yaitu 6-9 bulan. Kalau orangtua melewatkan hal itu, maka anak bisa mengalami masalah oromotorik," terang dr. Meta.

Selain tak senang nasi, gejala umum dari masalah otomotorik adalah anak lebih senang makanan berkuah atau dilumat, karena memudahkan untuk menelan, serta senang mengemut makanan.

Ia juga menekankan, pertumbuhan gigi tak ada hubungannya dengan kebiasaan anak yang tak senang dengan makanan dengan tekstur lebih keras karena dalam kasus ini, rahang yang bermasalah. (TIN/OL-8)

Komentar