Kesehatan

Atlet Perlu Pemeriksaan Kesehatan Rutin

Rabu, 7 February 2018 13:30 WIB Penulis:

DOK. RS PREMIER BINTARO

TIM sepak bola Persita Tangerang menjalani pemeriksaan kesehatan dan kebugaran di Sport Clinic Rumah Sakit Premier Bintaro (RSPB), Tangerang, Sabtu (3/2) lalu. mereka menjalani beberapa jenis pemeriksaan, seperti pengukuran tinggi dan berat badan, pemeriksaan dokter, dan tes kekuatan otot.

Dokter spesialis kesehatan olahraga RSPB, dr Hario Tilarso SpKO, menjelaskan pemeriksaan kesehatan sangatlah penting bagi para atlet. Pemeriksaan itu bertujuan memastikan kondisi kesehatan atlet, mengetahui tingkat kebugaran mereka, mendeteksi kekurangan yang perlu dikoreksi, serta mendeteksi cedera.

"Dengan tes kekuatan otot, misalnya, dapat diketahui ada bagian otot yang perlu ditingkatkan kekuatannya. Kalau untuk pemain sepak bola, misalnya, otot bagian bawah tubuh perlu diperkuat. Jenis latihan nantinya disesuaikan dengan kebutuhan itu," terang dia.

Melalui pemeriksaan kesehatan juga dapat diketahui kelemahan yang ada pada atlet yang mungkin berisiko membuat dia cedera. Juga, jikapun sudah ada cedera, melalui pemeriksaan itu, dapat diketahui untuk ditangani lebih dini.

Hal senada juga dijelaskan dokter lain dari Sport Clinic RSPB, dr Sapto Adji SpOT. Ia mengatakan seharusnya pemeriksaan kesehatan rutin menjadi bagian integral dari program latihan atlet.

"Hasil pemeriksaan kesehatan dan tes kekuatan otot juga bermanfaat untuk menentukan program latihan. Latihan jenis apa yang perlu diintensifkan, bagian otot tubuh mana yang perlu diperkuat, sehingga bisa disusun program latihan yang cocok untuk meningkatkan performance atlet," paparnya.

Menurut Sapto, pemeriksaan itu juga tidak hanya diperlukan atlet. Masyarakat biasa yang ingin menjalani olahraga tertentu juga dianjurkan menjalani pemeriksaan itu. "Tidak semua orang cocok dengan jenis olahraga tertentu. Misalnya, orang gemuk tidak cocok olahraga lari. Olahraga itu membuatnya rawan cedera. Jadi, harus pilih latihan lain yang sesuai dengan karakter tubuh," katanya.

Ditanggung BPJS ketenagakerjaan
Pada kesempatan itu, Sapto juga mengingatkan cedera olahraga pada atlet harus ditangani segera. Tujuannya, agar kondisi tidak bertambah parah, penanganan lebih mudah, dan harapan kesembuhan lebih tinggi.

Terlebih, lanjutnya, BPJS Ketenagakerjaan memandang atlet sebagai sebuah profesi. Karena itu, biaya pengobatan pada cedera yang terjadi akan ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Ketenagakerjaan.

"Asal memenuhi persyaratan, antara lain dilaporkan dan ditangani segera setelah kejadian, tidak boleh lebih dari 2 x 24 jam. Kami pernah menangani atlet cedera ACL yang biaya operasinya puluhan juta, ditanggung BPJS ketenagakerjaan," imbuh dokter spesialis ortopedi dan traumatologi itu. (Nik/H-3)

Komentar