Megapolitan

Aksi Tembak Anggota Brimob Tewaskan Mahasiswa Dipicu Rebutan Jalan

Sabtu, 20 January 2018 20:33 WIB Penulis: Dede Susianti

Ilustrasi/metrotvnews.com

AKSI penembakan yang melibatkan aparat terjadi di wilayah hukum Polres Bogor Kota.

Seorang warga sipil tewas setelah terkena tembakan di bagian dadanya, pada Sabtu (20/1) dini hari, di area parkir tempat hiburan malam (THM) LIPSS Karaoke and Club di Jalan Raya Sukasari.

Korban tertembak peluru dari senjata seorang anggota bagian operasional Mako Brimob Kelapa Dua, Kedung Halang, Brigadir Satu AR.

Korban ialah FAJW, 25, yang dalam kartu identitasnya berstatus pelajar atau mahasiswa. Korban yang kelahiran Tomohon Tengah Kota Tomohon Provinsi Sulawesi Utara itu, meninggal setibanya di Rumah Sakit Vania Jl. Siliwangi, Kota Bogor.

Sebelum kejadian, diantara keduanya terlibat keributan, adu mulut.

Keduanya ribut di jalan masuk ke THM karena tidak ada yang mau mengalah antara pengendara mobil dan motor yang akan keluar.

Adapun kronologisnya, saat itu korban FAJW tengah bersama dengan tiga temannya. Mereka berencana masuk ke parkiran LIPSS dan berpapasan dengan sepeda motor yang dikendarai pelaku. Saat itu dia mau keluar dari lokasi.

Namun saat itu, kedua belah pihak saling tidak mau mengalah, sehingga korban dan teman-temannya keluar dari mobil. Kemudian diantara mereka pun terlibat cek cok.

Saat itu, sang anggota Brimob itu berupaya untuk mengeluarkan senpi dan setelah itu terjadi saling rebutan senjata api. Tidak lama kemudian, terdengar suara letusan. Dan rupanya, letusan itu mengenai dada FAJW.

Mengetahui temannya tertembak, rekan-rekan korban pun langsung beraksi mengeroyok dan menganiaya anggota brimob tersebut.

Atas kejadian tersebut, jajaran kepolisian dari Polda Jawa Barat langsung melakukan rilis di Mapolresta Bogor Kota.

Kepala Bidang Hukum (Kabidkum) Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Iksantyo Bagus Pramono, memastikan bahwa yang menembak adalah anggota dari kepolisian.

"Benar, kejadiannya tadi malam pukul 02.00 wib. Itu adalah perkelahian antara anggota kita dengan masyarakat. Itu sementara hasil intograsi dan olah tempat kejadian perkara,"katanya.

Akibat kejadian itu, lanjutnya, masyarakat sipil meninggal karena tertembak. Dan satu korban lainnya kritis.

"Yang satu meninggal dunia disebabkan oleh letusan senjata api. Satu korban lainnya kritis, koma,"katanya.

Yang menjadi korban koma, lanjutnya adalah anggota brimob atau sang penembak itu sendiri. Dia mengalami luka-luka karena dianiaya, dikeroyok teman-teman korban pascakejadian.

"Yang menembak juga jadi korban. Dia koma, kritis. Sekarang di Rumah Sakit Keramat Jati Jakarta. Sebelumnya sempat dibawa ke Rumah Sakit PMI,"jelasnya.

Terhadap korban, lanjutnya, akan dilakukan autopsi untuk mengetahui penyebabnya.

"Kita akan selidiki penyebabnya. Ini adalah perkelahian. Ada perebutan senjata. Dari mana arah tembakannya,"ungkapnya.

Terhadap si anggota itu sendiri pun akan dicari tahu dari mana dia dan dalam rangka apa berada di lokasi tersebut.

"Dari hasil intograsi, dia ke situ bersama calon isterinya. Tapi akan kita selidiki untuk tindak lanjut berikutnya. Termasuk sanksi,"katanya.

Sementara terkait senjata api, Iksantyo, pihaknya sudah berkoordinasi dengan tempat dimana anggota tersebut bertugas. Dan senjata yang dibawanya tersebut memang miliknya.

"Senjata itu perlengkapan perorangan anggota Polri. Tidak dalam bertugas pun, senjata itu boleh dibawa. Dan setelah dicek, surat atau dokumen senjata itu lengkap,"jelasnya.

Untuk barang bukti, katanya, sudah diamankan. Pun demikian dengan saksi-saksi.

Adapun barang bukti yang diamankan yakni 1 (satu) pucuk senjata api jenis glock 17 kaliber 9 mm, 1 (satu) buah magazen dan 4 (empat) buah peluru.

Sedangkan saksi yang sudah diperiksa ada dua orang yakni AR, seorang pelajar dan LF yang juga berstatus pelajar atau mahasiswa.

Sementara itu, informasi yang dihimpun dari beberapa sumber, korban FAJW itu merupakan salah seorang anggota di salah satu partai. Bahkan dia juga disebut sebagai ajudan dari pimpinan partai yakni Partai Gerindra.

Salah seorang sumber di Partai Gerindra DPC Kota Bogor menyebutkan, dia memang bukan anggota Gerindra Kota Bogor. Tapi dia anggota Gerindra di Kabupaten.

"Bukan anggota Gerindra Kota Bogor. Informasinya anggota Gerindra Hambalang, pengawal 08," kata sumber tersebut yang enggan disebutkan. (OL-2)

Komentar